Petuah Hidup

Sudah lewat beberapa waktu lalu tapi petuah dari 2 orang bapak itu masih teriang dalam kepalaku. Bukan sembarang petuah karena tentang cara awet muda. Bisa jadi petuah tersebut adalah petuah yang dicari oleh semua orang bahkan kisah orang yang mencari sumber mata air awet muda pun di filmkan.

Apakah petuah tersebut berhasil? Entahlah aku sendiri belum mencobanya. Tapi melihat kedua bapak yang aku temui, mereka tampak segar bugar meski sudah menginjak kepala tujuh. Mencapai usia diatas 65 tahun, aku anggap sebagai anugerah dan sebuah prestasi meski tidak se-prestasi pelatih Sir Alex Ferguson dengan segudang gelarnya yang sama-sama usia 70 tahun, tapi prestasi tersendiri di usia tersebut masih sehat jauh dari jenis sakit modern seperti Diabetes, Liver, dll.

Berawal dari obrolan biasa kedua bapak tersebut yang aku jumpai di waktu dan tempat yang terpisah, dengan antusiasnya membagi tips pola hidup sehat yang biasamereka jalani. Mungkin juga mereka kasihan ketika melihat ku yang kurus dan tidak ‘terurus’ sehingga mereka tidak segan untuk berbagi. Menurut ku mereka cuma butuh teman bicara saja karena mendengar cerita kedua bapak tadi kalau teman-teman seangkatan mereka telah terlebih dahulu pulang menghadap-Nya bahkan saudara kandung mereka sendiri juga telah hijrah ke akhirat. Sedang anak-anak mereka tersebar dan mempunyai keluarga serta urusan masing-masing. Mendengar cerita mereka, terasa akan kehampaan dan kekosongan yang tercampur dengan rasa kerinduan akan sosok sahabat atau kedua orang tua yang pasti sudah lama meninggal. Yah mereka butuh orang untuk berbagi sebelum benar-benar mereka ikut ‘mangkat’.

Lalu tips apa yang aku peroleh? Ada 2 hal yaitu melatih pernafasan dan selalu berpikir positif. Tips yang sederhana tetapi hasilnya markotop bin markosip, setidaknya berhasil pada kedua bapak tadi. Bernafas tentu proses yang penting dalam hidup manusia, manusia bisa saja tetap hidup tanpa makan apa pun selama beberapa hari atau tidak minum selama satu hari saja. Tetapi manusia tidak akan mampu bertahan hidup tanpa bernafas lebih dari 5 menit. Jika aku amati program kesehatan atau olah raga seperti yoga, karate, renang, semuanya menitik beratkan pada proses pernafasan yang benar. “Bernafas dengan benar dapat membersihkan tubuh lebih baik daripada cara bernafas biasa”, kata bapak yang masih bekerja di UPT Bahasa itu. “Lakukan pernafasan dalam karena oksigen yang masuk jauh lebih besar. Oksigen jelas sangat dibutuhkan untuk membentuk sel-sel sehat” lanjutnya, disusul dengan memperagakan bagaimana melakukan pernafasan dalam. Hirup udara melalui hidung dan penuhi paru-paru dengan udara. Tahan nafas dalam tubuh lebih lama dan keluarkan udara secara perlahan dari mulut secara perlahan. Cara pernafasan ini cukup untuk membersihkan sel-sel darah dari kotoran yang dapat menyumbat peredaran darah.

Tips berikutnya tentang hindari pikiran yang menjelimet alias selalu berpikir positif. Tips ini aku dapat dari seorang pensiunan militer. “Jangan biarkan otak mu memikirkan hal-hal yang negatif” kata beliau dengan ciri khas seorang perwira. Mendengar kata-kata beliau aku teringat kutipan Grecthen Rubin di bukunya “The Happiness Project”, berpikir positif membuat seseorang lebih bahagia dan orang yang bahagia lebih alturistik, lebih produktif, lebih suka menolong, lebih disukai, lebih kreatif, lebih ulet, lebih tertarik kepada orang lain, lebih ramah dan lebih sehat. Aku rasa Gretchen benar akan hal tersebut. Yah daripada berpikir negatif, berpikir positif jelas sangat membantu!

Petuah yang di dapat langsung dari seseorang berbeda rasa nya dibandingkan dengan ‘quotes’ yang biasa aku baca di buku-buku karena adanya keterlibatan emosi, apalagi petuah itu berasal dari orang yang sudah berbau tanah. Mungkin sebaiknya aku lebih menjalin hubungan dengan orang-orang yang sekiranya sudah terbiasa dengan asam garam kehidupan. Siapa tahu aku mendapat ‘warisan’ atau ‘wasiat’ yang berguna untuk menjalani hidup yang makin kapitalistik dan sekuler. Masalah petuah yang aku peroleh, tidak ada ruginya mulai aku latih, hanya saja aku tidak berencana hidup terlalu lama di kefanaan dunia ini. []peta

12 thoughts on “Petuah Hidup

  1. Saya nggak pernah tau sebelumnya efek napas begitu bisa punya pengaruh ke sel darah, kirain efeknya cuma refleksi beberapa menit.
    Terima kasih untuk postingannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s