Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Tiap pagi, jalan di depan kontrakan berseliweran anak-anak berseragam. Mereka bukan sedang ‘akting’ untuk acara Si Bolang, Si Bocah Petualang, tetapi memang tidak jauh dari kontrakan ada Sekolah Dasar dan TK. Jika dilihat dari raut muka mereka, mereka begitu bersemangatnya! Entahlah bersemangat untuk menerima pelajaran baru dari sang guru atau bersemangat membeli mainan baru di depan sekolah. Apapun itu, bersemangat di pagi hari adalah cara luar biasa untuk menyambut hari yang luar biasa pula.

Zaman ketika aku SD dulu dengan masa SD sekarang jelas berbeda. Perbedaan mencolok adalah soal mainan. Teringat dulu, merelakan uang jajan hanya untuk sebuah Yoyo, atau menyelinapkan sebuah Gasing didalam tas untuk kemudian diadu dengan Gasing lainnya. Pemenangnya, mungkin akan memperoleh piala bergilir atau setidaknya mendapat rasa hormat dari anak lainnya sebagai raja gasing.

Kini mainan-mainan tersebut sepertinya ber-‘evolusi’, Yoyo yang awalnya terbuat dari kayu sekarang terbuat dari bahan plastik wujudnya pun lebih ramping, bisa mengeluarkan sinar, dan putarannya juga lebih cepat barangkali terbuat dari plastik sehingga gaya gesek lebih kecil antara tali dengan Yoyo. Sama halnya dengan Yoyo, Gasing di zaman sekarang lebih eye cathing dan dilengkapi pula semacam gerigi di pinggir yang siap menerkam lawan-lawannya. Yah mainan-mainan tersebut telah berevolusi, lebih modern dan pasti lebih komersil. Hanya penjual ikan ‘Tarung’ yang ku lihat tidak berubah dari dulu, tidak pernah sepi dikerubungi anak-anak seolah-olah baru menemukan sarang burung. Ikan Tarung (ikan Cupang) tampaknya masih membangkitkan imajinasi anak-anak termasuk diri ku dulu yang beranggapan ikan ini bisa berubah menjadi naga api karena bentuknya hampir mirip dengan naga. Apapun mainannya, di tangan anak kecil mainan bisa berubah menjadi apa saja, batasnya adalah imajinasi mereka.

Tidak ada yang membuat ku iri kecuali anak-anak yang berpegang tangan dengan Ibu nya dan di tangan satunya mereka memegang kotak bekal makanan. Mereka cukup beruntung karena orang tua mereka masih sempat untuk mengatarkan mereka ke sekolah dan dibuatkan bekal. Sebuah memori yang tidak aku miliki karena setelah hari pertama masuk sekolah, otomatis aku berjalan sendiri sejauh 10 menit ke sekolah dan dengan bekal uang 500 rupiah, uang yang lebih dari cukup untuk membeli sebungkus jajanan lidi merah yang pedas. Mungkin orang tua ku saat itu mengajarkan ku supaya mandiri dan tidak cengeng serta belajar bagaimana ‘manage’ uang 500 rupiah. Tampaknya aku berhasil mengeai uang itu, tapi pada akhirnya akan habis juga karena topeng Baja Hitam RX jelas menggodaku.

Hati yang masih bersih juga hati anak-anak. Entah sudah berapa kali mereka dikecewakan oleh orang-orang terdekat mereka, orang tua, saudara, atau teman-temannya. Tapi tidak lama kemudian mereka telah melupakannya. Berbeda jika engkau berbuat baik kepada mereka, mungkin kebaikan tersebut menjadi kenangan yang tidak terlupakan sepanjang hidup. Sudah selayaknya masa anak-anak dihiasi dan diwarnai dengan masa-masa yang menyenangkan penuh dengan kebaikan. Jauh dari arus hidup para orang dewasa yang terkadang penuh dengan persaingan bukan persahabatan, hubungan bisnis bukan setia kawanan, atau sifat individualitik bukan kebersamaan. Kita patut berharap memori-memori indah yang terbentuk tersimpan dalam ‘hardisk’ otak mereka, menjadi modal dasar untuk menciptakan dunia yang lebih baik atau setidaknya menciptakan memori yang sama untuk anak-anak mereka kelak. []peta

18 thoughts on “Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

  1. Dulu waktu SD kelas 2 saya udah disuruh naik angkot sendirian sama Mama dengan cara menitipkan saya ke supir angkot =)) dibawa nyasar juga santai aja hahaha.
    Jaman sd juga sering banget disuntik imunisasi, dan saya sering kabur karena gamau disuntik. Belum lagi, teman sekelas jaman sd ga pernah diganti. 6 tahun bareeeeeng dahsyaaat~~

    Ah banyak memori untuk mengenang sebuah sekolah dasar..

  2. temen saya di kos, pelihara 3 ikan cupang… tapi bukan buat tarung atau berimajinasi ia berubah jadi naga api
    cuma buat pajangan dan hiburan saat stress kuliah, katanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s