Wanita Termanis

Ditempat aku bekerja hampir 30% adalah seorang wanita. Dari 30% tersebut hanya satu orang merupakan pegawai lama, selebihnya masih seger-seger alias fresh graduate. Aku cukup terkesan dengan rekan-rekan wanita ku, aku yang biasa terlambat apel pagi tidak menyangka mereka para srikandi sudah berada di kantor sebelum jam 7.00.

Tapi dibalik rasa terkesan ku tersimpan sedikit kekhawatiran, jika aku saja berangkat kerja jam 6.30 seharusnya para srikandi itu datang lebih pagi. Jam sepagi itu apakah mereka masih sempat untuk mempersiapkan keperluan keluarganya misal sang suami dan anak-anaknya (bagi yang udah berkeluarga). Terlebih lagi jam pulang kantor adalah jam 16.30, otomatis seharinya mereka berada di kantor. Entah ketika pulang kantor apakah mereka masih sempat untuk melayani keluarganya, karena jujur saja setelah pulang kerja aku sudah lengket di kasur selengket perangko di sepucuk surat.

Yah aku khawatir keluarga mereka jadi terlantar, memang bisa saja dengan gaji yang mereka peroleh mereka menggaji seorang pembantu untuk mengurusi urusan rumah tangga tapi pembantu tetaplah pembantu, peran seorang ibu tetaplah tidak tergantikan sama halnya tidak akan sama antara minum ASI dari botol atau langsung dari wadah ‘ekslusif’.

Di zaman kapitalistik seperti sekarang ini, wanita terpaksa/dipaksa keluar rumah untuk bekerja guna membantu perekonomian keluarga dimana seharusnya tanggung jawab kaum pria untuk menafkahkan keluarganya. Menurut ku inilah buah dari propaganda pengusung emansipasi wanita, sukses mereka dengan dalih persamaan gender mereka mempengaruhi kaum wanita untuk berani keluar rumah. Tempat paling aman dibanding diluar sana dimana wanita sering kali mendapat pelecehan seksual.

Bisa kita lihat di dunia barat sekarang bagaimana tatanan sosial mereka tiada hentinya diterjang badai masalah. Angka perceraian semakin tinggi, banyaknya perselingkuhan, banyaknya anak diasuh oleh single parent, rendahnya angka kelahiran dan masalah buruk lainnya akibat sibuknya wanita memainkan perannya sebagai wanita karier. Kejadian beberapa lalu dimana seorang pemuda menembak secara babi-buta sebuah SD di Amerika. Tidak dapat disalahkan karena faktor bebasnya pemilikan senjata api saja, tetapi ada faktor kurangnya pengawasan dari orang tua. Dikemudian hari bisa jadi hal tersebut terjadi pula di negeri ini!

Menurutku karier yang cocok bagi seorang wanita adalah meniti karier di rumah. Mungkin pekerjaan yang membosankan bagi seorang wanita, tapi percayalah hal termanis di dunia adalah ketika suami pulang dan istri sudah dirumah untuk membukakan pintu sambil memberikan senyum terbaiknya kemudian anaknya menyusul dengan suara canda tawa, oh berkuranglah sudah kepenatan hidup. []dnk

15 thoughts on “Wanita Termanis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s