Al-Qur’an Yang Berjalan

Lihatlah kemuliaan Sahabat Nabi ketika mendengar ayat-ayat Ilahi (al-Qur’an) dibacakan “Air mata mereka bercucuran, dan kulit-kulit mereka gemetar, persis seperti apa yang disifatkan oleh Allah tentang mereka”, pantaslah para Sahabat sering kali disebut dengan al-Qur’an yang berjalan.

Sangat amat jauh berbeda dibandingkan diri ku yang tiap kali membaca al-Qur’an jarang sampai menitikkan air mata atau bisa dikatakan tidak sama sekali. Malah ketika dibacakan surat Al Qariah, ada diantara kita yang cengengesan sedangkan Al Qariah menggambarkan huru-hara di kiamat nanti, hari dimana manusia seperti anai anai yang bertebaran dan gunung gunung seperti bulu yang dihambur hamburkan, membayangkannya aja bulu kuduk akan berdiri.

Memang untuk bisa menghayati kandungan al-Qur’an mutlak diperlukan pemahaman bahasa Arab. Lantas dikarenakan bahasa al-Qur’an adalah bahasa Arab maka orang Arab lah yang lebih mengerti al-Qur’an? Tidak. Islam bukanlah Arab tapi Islam rahmatan lil ‘alamin. Memahami al-Qur’an adalah kewajiban bagi mereka yang mengaku sebagai mukmin.

Yang aku takutkan adalah generasi muslim sekarang adalah jauh dari gelar generasi qur’an, variabelnya tidaklah sulit lihat saja lebih banyak mana waktu mereka gunakan apakah membuka facebook atau kitab suci? Berkicau di twiiter atau membaca ayat-ayat Al-Qur’an? Mendengarkan mp3 atau tartil Al-Qur’an? atau berapa banyak lirik lagu yang mereka hafalkan dibanding hafalan ayat suci al-Qur’an?

Kalau waktu kita sebagian besar bersama Al-Qur’an maka bersyukurlah karena Al-Qur’an sendiri adalah mukjizat terbesar baginda Rasulullah SAW, dengan al-Qur’an lah manusia dapat keluar dari kolong kegelapan menuju cahaya benderang. Dalam kitab nafsiyah islamiyah disebutkan, siapa yang berkata menggunakan al-Qur’an, pasti akan terpercaya. Siapa saja yang mengamalkannya, pasti akan beruntung. Siapa yang memutuskan hukum dengannya, pasti akan adil. Siapa saja yang mendakwahkannya, pasti akan mendapatkan hidayah ke jalan yang lurus.

Al-Qur’an adalah sebaik-baik bekal, sudahkah kita menjadi al-Qur’an yang berjalan? []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s