[Review Buku] Orang-Orang Proyek


Aku termasuk orang yang tidak suka baca novel tetapi lain ceritanya jika penulis novel tersebut adalah penulis favorit ku semacam Ahmad Tohari. Membaca Ahmad Tohari adalah membaca kesederhanaan, banyak pelajaran hidup bisa aku peroleh dari buku-buku Ahmad Tohari. Salah satu nya adalah novel “Orang-Orang Proyek”.

Dari judul dan cover buku, aku sudah mengira scene novel ini akan menggambarkan tentang seorang insinyur dengan proyek serta para pekerjanya. Kebetulan aku adalah mahasiswa teknik, dengan membaca novel ini setidaknya aku sedikit banyak mengetahui gambaran di dunia proyek termasuk instrik-instrik atau “permainan” yang seringkali terjadi dalam proyek. Meski latar waktunya ketika masih zaman orde baru, aku rasa dunia proyekan saat ini pun tidak jauh beda. Seperti yang dikisahkan dalam novel ini dengan Kabul sebagai tokoh utamanya.

Kabul, insinyur yang mantan aktivis kampus, harus menghadapi “permainan” yang terjadi dalam proyek pembangunan sebuah jembatan yang menuntut konsekuensi pelik. Mutu bangunan menjadi taruhannya, dan masyarakat kecillah yang akhirnya menjadi korban. Akankah Kabul bertahan pada idealismenya? Akankah jembatan baru itu mampu memenuhi dambaan lama penduduk setempat?

Pasti menarik membacanya! Dan berikut kata-kata bijak dalam buku tersebut yang bisa ‘memperkaya’ kehidupan kita.

  1. “Saya Cuma mengikuti semacam nilai budaya kita; bila lelaki sudah cukup dewasa dan mapan, selalu kita ingin bertanya mengapa belum kawin (hal. 22)
  2. Menikah itu penting agar semua organ tubuh kita berfungsi sejalan dengan maksud penciptaanya (hal. 23)
  3. Hidup harus dinikmati atau mencari nikmat dalam hidup (hal. 31)
  4. Banyak orang memilih cara hidup bersahaja dan mereka sangat kaya akan rasa kaya. Atau hati dan jiwa mereka memang benar-benar kaya (hal. 34)
  5. Negeri ini dihuni oleh masyarakat korup, terutama di kalangan birokrat sipil maupun militer, juga orang awamnya. Bahkan korupsi baru yang tersamar namun bisa sangat parah akibat yang ditimbulkannya. Yakni korupsi melalui manipulasi gelar kesarjanaan (hal. 53)
  6. Zaman sudah edan. Pilihan kita hanya dua. Ikut edan atau jadi korban keedanan (hal. 69)
  7. Anak-anak muda itu adalah bagian generasi korban zaman. Zaman salah urus yang menyebabkan hak anak-anak itu untuk mendapat pendidikan yang cukup tak pernah terwujud. Zaman revitalisasi feodalisme yang melahirkan priyayi-priyayi kemaruk, kagetan, dan gumunan. (hal. 73)
  8. Tegakkan kepalamu di hadapan mereka yang dibesarkan dengan makanan enak, serbamudah, dan mewah, tapi semuanya berbau neraka karena merupakan hasil korupsi dan hasil menipu rakyat. Percayalah, di hadapan kesejatianmu, mereka tak ada apa-apanya.. (hal. 104)
  9. Pragmatisme sudah nyata hadir, sehingga orang-orang idealis tampak sebagai makhluk aneh, lucu, bahkan bloon (hal. 148)
  10. Hidup tidaklah mudah bila kita tak tahu makna kehidupan ini (hal. 192)
  11. Dasar lelaki, suka kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak mau. Tapi akhirnya? (hal. 196)
  12. Mereka menikmati kegembiraan semu, bahkan tragis. Ya, tragis karena mereka tidak menyadari telah menjadi korban, menjadi tumbal bagi ambisi orang-orang partai. Dan semua ini terjadi karena massa kebanyakan kurang terdidik sehingga buta akan hak-hak politik mereka. Akibatnya mereka jadi sangat mudah digiring kesana kemari, ditipu, dan akhirnya dimobilisasi (hal. 211)
  13. ‘proyek’ pun kini memiliki tekanan arti yang khas. Yakni semacam kegiatan resmi, tapi bisa direkayasa agar tercipta ruang untuk jalan pintas menjadi kaya. Maka apa saja bisa diproyekkan (hal. 219)

Judul : Orang-Orang Proyek

Penulis : Ahmad Tohari

Penerbit : Gramedia

Review oleh peta

10 thoughts on “[Review Buku] Orang-Orang Proyek

  1. Ini adalah salah satu novel Ahmad Tohari yang belum saya baca. Saya sudah baca Bekisar Merah, Kubah, Ronggeng Dukuh Paruk. Semuanya bagus2. Yang satu ini, saya percaya, musti bagus juga.😉

  2. ini rangkuman kata bijak ya mas😀
    hehehe
    saya ngga mau ikuta edan, tapi bikin peradaban baru dengan egoisme tingkat dewa🙂

    • iya, kata-kata yg “menarik” lebih tepatnya..

      sya jg gak mau ikutan edan sist hehe.. seharusnya ada 3 pilihan: mau ikut edan, menjadi korban keedanan atau menolak keedanan dan mengubah keedanan tsb..🙂

  3. Saya juga suka Ahmad Tohari, walaupun baru baca satu buku karya beliau yaitu ‘Di Kaki Bukit Cibalak’. terimakasih sudah share kutipan menarik buku ini. Menarik untuk disimak lebih lanjut dan lengkap lewat bukunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s