Meminta Balasan

Brosur penawaran yang terselip pada kitab suci, tersirat menyatakan bahwa harga sebidang kavling tanah di surga tidak lah murah. Harus ada pengorbanan untuk mendapatkannya sebagaimana yang dicontohkan oleh para Sahabat nabi Saw, mereka mengorbankan harta, waktu, pikiran bahkan diri mereka sendiri untuk menolong agama Allah SWT.

Sedangkan aku, meski tidak banyak yang ku korbankan aku harap pengorbananku selama ini saldo-nya cukup untuk membeli satu tempat di surga. Meski nantinya aku hanya mampu membeli sebuah gubuk, aku rasa aku tidak membutuhkan dibangunkan sebuah istana megah dengan pelayan para bidadari surga bermata jeli. Lagipula semurah-murahnya surga, sangat amat jauh lebih baik daripada dunia beserta isinya karena di surga lah seorang hamba bisa bertemu dengan Kekasih nya yaitu Sang Pemilik Alam Semesta.

Masalahnya adalah kadang aku berpikir supaya pengorbananku selama ini tidak hanya menjadi berkat di akhirat kelak tetapi juga menjadi berkah di dunia. Bodohnya aku, mau-maunya menukarkan amal ibadah dengan kenikmatan dunia, sementara kenikmatan dunia hanyalah kenikmatan fana belaka.

Ah aku manusia, apa salahnya aku meminta kebaikan di dunia maupun di akhirat. Ya Rabb, maafkan lah hambamu yang fakir ini karena banyak meminta. Semoga Engkau masih sudi menerima kami yang banyak meminta dan hanya kepada Engkau kami meminta, untuk menggabungkan kami bersama dengan orang yang sangat kami cintai, Baginda Rasulullah SAW. []peta

4 thoughts on “Meminta Balasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s