Aku Dan Buku

    Statistik menunjukkan bahwa 72% orang yang membeli sebuah buku tidak pernah selesai membacanya dan hanya 3% para pembeli buku menindaklanjutinya dan mempraktikkanya.

    Aku pikir, aku termasuk golongan yang 72% itu. Ada beberapa buku yang aku beli dan sampai sekarang aku belum selesai membaca buku tersebut. Kenapa belum selesai? Apakah buku itu tidak bagus atau aku saja yang malas untuk membacanya. Bukan, bukan itu. Ketika aku membeli buku, aku sudah mempunyai gambaran akan buku tersebut. Maksudnya, ketika aku membaca judul sebuah buku, aku berimajinasi, membayangkan kira-kira isi buku tersebut. Jika angan-anganku tentang buku tersebut hal-hal yang menyenangkan atau yang ku inginkan, aku akan memilih buku tersebut. Masalanya kemudian, ketika aku membaca buku itu dari kata pengantar sampai bab pertama atau secara acak, ternyata buku itu melenceng dari apa yang aku bayangkan dan yang ku inginkan dari buku tersebut, hasilnya buku itu akan masuk list daftar tunggu yang akan aku baca dikemudian hari, entah kapan!

    Aku rasa buku yang aku beli adalah buku-buku bagus meskipun ada buku yang aku beli dengan harga yang sangat miring (Rp. 5000 di pameran buku), tetap saja buku adalah buku yang mempunyai “keistimewaan” sendiri dalam wujudnya berupa buku. Pernah ada buku yang masuk list daftar tunggu, ketika aku membacanya lagi ternyata buku itu lumayan membuatku terhibur. Aku harap mempunyai banyak waktu untuk menyelesaikan buku yang aku beli itu. Yah setidaknya buku-buku itu telah memenuhi rak buku. Suatu kesenangan tersendiri melihat rak buku itu terisi penuh.

    Aku bukannya membanggakan buku yang punya. Aku tidak terlalu bangga dengan banyaknya jumlah buku (kalau senang, iya!). Menikmati membaca buku lebih penting daripada ketika menyelesaikan buku itu sendiri. Tidak menyenangkan rasanya, kita bisa menyelesaikan banyak buku tetapi tidak menikmati buku yang kita baca. []peta

 

Nb: Ketika menulis tulisan ini, aku jadi teringat dengan buku yang sedang dipinjam salah seorang teman. Masalahnya sudah 2 semester berlalu tapi belum dikembalikan. Berharap yang meminjamnya bisa merawat dan memperlakukannya sebagai buku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s