[Cerpen] Paimin Sakit!

    Apakah bulan ini musimnya orang sakit, mengapa puskesmas begitu banyak orang mengantri untuk diperiksa dokter? Salah satu pasien yang mengantri itu sendiri adalah Paimin, mahasiswa tingkat akhir yang tugas akhirnya tiada berakhir. Tadi pagi ketika bangun tidur, Paimin merasa tubuhnya meriang, lidahnya terasa pahit dan benar saja sejurus kemudian dia muntah. Sebenarnya Paimin tidak ingin ke puskesmas, dengan istirahat sejenak dan ditemani teh pahit dia harap segera pulih, tetapi yang dia butuhkan sekarang adalah surat sakit dokter supaya Paimin ada alasan bisa ikut ujian susulan mata kuliah pagi ini. Maka diantarlah Paimin oleh temannya, Sutejo, ke puskesmas dekat kampus yang menurut kabar burung dokternya lumayan cantik!

    Paimin mencoba mengingat-ingat apa gerangan yang menyebabkan dia bisa lemas seperti sekarang ini. Yang dia ingat, tadi malam sebelum tidur dia sudah tiga kali bolak balik ke WC. Mungkin sudah tidak ada lagi yang dikeluarkan oleh knalpot belakangnya. Paimin ingin menginstirahatkan tubuhnyak. Tubuhnya dia baringkan di kasur yang diatasnya berserakan buku, kertas-kertas A5, atau bungkus rokok yang isinya tinggal satu putung rokok kretek itu. Dia hanya menyingkirkan barang-barang itu ke tepi, kemudian tidur di atas kasur yang nampak lebih lapang.

Oh Paimin ingat, sore harinya ketika bersama temennya nongkrong di cangkruan Cak Lik, dia memesan soda gembira dan sebelumnya lagi dia menghabiskan 10 tusuk sate lengkap dengan longtong dan saus kacang pedas. Paimin berpikir, barangkali makanan yang dikomsumsinya yang menyebabkan dia sakit atau kelakuan Paimin yang keluyuran sampai larut malam membuatnya masuk angin atau pikirnya ini adalah akumulasi dari pola hidupnya yang semrawut.

Pak Paimin..” perawat wanita memanggilnya. Paimin sadar dari lamunannya dan bergegas masuk ke ruang dokter sambil memegang perutnya yang terasa mules dan matanya mulai berkunang-kunang. Sutejo yang mengantarnya terlihat duduk-duduk sambil meminum sprite kalengan. Jarak dua kursi ke kiri Sutejo, ada gadis kecil dan disampingnya ibu muda memegang perutnya yang tengah hamil tua.

Tidak lama Paimin sudah keluar dari ruang dokter, Paimin terlihat memandang obat yang ada di tangan kanannya. Paimin mencoba mengingat-ingat resep dokter yang dia berikan, pil yang warna kuning 3 x sehari sesudah makan dan pil berwarna kuning cukup 1 x sebelum makan. Bagi Paimin resep dokter tidak begitu penting, akhirnya surat sakit telah ditangan, setidaknya Paimin bisa tidur nyenyak. Sutejo yang melihat Paimin keluar, mencoba menghampiri Paimin. Urusan mereka sudah selesai disini, saatnya untuk pergi meninggalkan ruang yang penuh dengan bau obat itu.

“Kak, Kakak..!!” entah kenapa celana Sutejo sepertinya ada yang tertarik, ternyata gadis kecil tadi yang menarik celananya. Sutejo kemudian mencoba bungkuk, mengimbangi tubuh gadis kecil yang mungil. “Maaf Kak, ada barang Kakak yang ketinggalan. Silakan Kakak bawa pulang!” kata gadis kecil itu, sambil menyerahkan kaleng sprite bekas Sutejo. Sutejo spontan kaget dan tanpa berbuat banyak segera mengambil kaleng itu. Sedangkan gadis kecil itu kembali ke pangkuan ibunya. Melihat kejadian yang baru dilihatnya, Paimin hanya tertawa geli atas tingkat temanya Sutejo. Tapi angan Paimin bergumam, gadis yang masih kecil itu saja mengerti akan kebersihan. Lalu apa alasanku untuk tidak segera hidup bersih dan teratur! []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s