Perut Mengepul!

    Di warung makan itu aku begitu terusik oleh keberadaan dua pria yang berada di belakang ku. Bisakah aku mendapat sedikit ketenangan untuk menikmati santap makanku, aku akui ini bukan restoran bintang lima yang mengidangkan menu sup kepala ikan dengan racikan daun seledri diatasnya dan tentu suasana disana yang tenang. Tapi aku pikir orang yang berada di warung tegal ini datang hanya untuk mengisi perut mereka.

    Dua pria itu saking semangatnya sehingga suara mereka begitu jelas aku dengar dibanding suara radio tape dari tukang cukur sebelah yang lagi menyetel lagu dangdut koplo. Masalahnya adalah yang dibahas mereka bukan tentang “turun jalan”-nya ribuan kaum buruh baru-baru ini, atau merajalelanya kasus korupsi di Dewan Terhormat yang membuat ku bertanya apakah gedung itu sudah berubah fungsi menjadi sarang tikus. Bukan, bukan itu, kedua pria itu dengan antusiasnya membicarakan tentang pertandingan “bigmatch” sepakbola antara Barcelona dan Real Madrid pekan ini.

    Tidak ada yang salah dengan membicarakan pertandingan sepakbola. Aku sejatinya supporter sekaligus penyuka dari klub Setan Merah Manchester United. Aku bahkan tahu sejarah nomor kostum, No. 7 di klub tersebut. Tapi jangan membayangkan, jika di kamar ku ada poster besar bergambar pemain bintang MU bahkan satu potong kostum mereka saja aku tidak punya. Aku memang suka MU sama halnya aku menyukai menonton Kick Andy dibanding menonton acara televisi lainnya. Aku tidak mau menghabiskan jam makan siangku hanya untuk membahas pertandingan sepak bola, atau menggunakan sisa uang ku untuk membeli pernak-pernik yang berbau Setan Merah. Aku bisa menggunakan sisa uangku untuk mentraktir temen ku semangkuk dua mangkuk Bubur Kacang Ijo yang baru buka di dekat kost, aku rasa itu lebih menyenangkan!

    Aku jadi teringat tentang obrolan dengan temenku. Kenapa ya, acara televisi penuh dengan acara hiburan dimulai dari pagi hari padat dengan acara musik galau ala anak muda, dilanjut siang sampai sore hari secara maraton bergantian stasiun swasta menayangkan infoTAIment dan malam harinya ditemani acara lawakan mulai dari centilan-centilun sampai lawakan di atas ranjang. Kata temen ku, bisa jadi masyarakat sedang jenuh, jenuh atas tekanan hidup yang semakin runyam atau jenuh melihat para pejabat yang semakin pandai bersandiwara layaknya bintang oprah. Mereka butuh hiburan sebagai ganti asap dapur yang tidak mesti mengepul. Lalu bagaimana denganku, aku juga butuh sedikit ketenangan untuk mengepulkan perut! []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s