Bahagia Itu Kupon Takjil!

    Awalnya aku yang merebahkan diri sambil mendengarkan mp3 “Thank You Allah”-nya Maher Zain, malah kebablasan tertidur. Kalau bukan suara bacaan Al Qur’an dari loudspeaker masjid yang sayup-sayup terdengar maka mata ini tidak cepat terbelalak bangun. Bukannya apa, tapi beberapa menit lagi, adzan magrib berkumandang tanda bagiku untuk segera berbuka. Aku harus segera ke masjid, supaya.. supaya… kebagian kupon takjil!

    Sayangnya kupon yang berwarna putih itu melayang alias aku tidak dapat jatah takjil nasi bungkus untuk menemani ku berbuka. Untungnya masih tersedia 3 biji kurma dan air gelasan, cukup untuk sekedar penggugur puasa hari ini.

    Ah kenapa aku harus “sedih” karena tidak kebagian kupon takjil, bukankah salah satu hikmah puasa adalah pengingat kita akan kondisi saudara-saudara kita yang tidak mampu untuk sekedar mengepulkan asap dapurnya. Dengan berpuasa kita ikut merasakan kesusahan yang dialami oleh mereka yang terkadang tidak memikirkan apakah makanan yang mereka makan enak atau tidak, sehat apa tidak, tetapi pokoknya kenyang.

Meski aku tidak mendapat jatah nasi bungkus, aku kan masih bisa ngeluarkan uang untuk membeli makanan. Berbeda dengan mereka yaitu mereka yang berpikir apakah besok bisa makan apa tidak? kalau tidak, ya terpaksa “puasa” lagi. Seharusnya dengan berpuasa empati kita turut timbul, maka dengan semestinya membuat kita tidak segan-segan untuk membayar zakat fitrah di akhir bulan suci atau tidak kebanyakan mikir untuk bersedekah kepada orang yang tidak mampu.

    Bersyukurlah orang yang berbagi kebahagiaan yaitu orang yang menyedekahkan sebagian hartanya untuk orang yang serba kurang. Aku pernah melihat dengan mata kepalaku sendiri, hanya dengan sebuah sembako yang mereka terima sudah membuat mereka bahagia bukan kepalang, wajah mereka tampak berseri-seri, berbinar-binar!

Sebaliknya peringatan diperuntukkan bagi para penguasa yang menelantarkan kesejahteraan rakyatnya. Tiap kali ada rakyat kecil yang menangis kelaparan maka tiap tetes air mata akan diminta pertanggungjawaban.

    Sebelum aku mengakhiri tulisan ini aku ingin mengatakan, kamu tidak perlu memiliki mobil canggih seperti batmobile punya Batman, istana mewah se-“wah” istana Presiden atau uang miliyaran rupiah seperti yang dimiliki oleh koruptor kelas kakap untuk merasakan apa itu kebahagiaan. Kebahagiaan bisa kamu temukan di sepotong kupon takjil. Ketidakbersyukuran lah yang membuat kebahagiaan itu terlihat jauh. []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s