Esbeye Dan Tahu-Tempe

    Pagi yang cerah takbir tahmid bergema, berkumandang dan saling bersautan antar jemaah. Sedang diantara jemaah yang khusyuk bermunajat kepada-Nya, Midun malah senyum-seyum sendiri. Bukan tanpa alasan Midun senyum-senyum sendiri, bukan karena dia bakal dapat makan gratis dari tetangganya, bukan itu penyebab utamanya. Tetapi shalat Id ini akan menjadi shalat Id terspesial baginya, karena di depannya itu duduk seorang petinggi no satu di negeri ini, penguasa negeri ini. Siapa lagi kalau bukan raja Esbeye. Kalau bukan sekarang, kapan lagi dia bisa berjabat tangan dengan raja.

    Maka ketika shalat Id selesai, Midun segera saja menggampiri raja Esbeye

    “Pak raja, mohon maaf lahir batin ya!” kata Midun sambil menjabat tangan raja. Belum selesai berjabat tangan, Midun mulai berkata lagi.

    “Dan saya mewakili rakyat kecil di negeri ini, mengucapkan terima kasih banyak atas waktu dan tenaga yang bapak korbankan untuk melayani negeri ini” ujar Midun.

    “Oh tidak apa-apa. Bukankah itu semua memang tugas saya untuk melayani negeri ini” jawab raja.

    “Bener juga itukan tugas raja. Oalah harga tahu-tempe naik, itu tugas raja dong!!”

    “@##??” raja. []peta

8 thoughts on “Esbeye Dan Tahu-Tempe

  1. keinget obrolan tadi sore. kata bapak penjual gorengan, tahu dan tempe sekarang ukurannya lebih kecil tapi harganya tetap sama. mau protes yang membuat tempe tahu, tapi kayaknya percuma, kata dia.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s