Rakyat Indonesia Pemalas!

    Pelajaran bisa didapat dimana dan kapan saja termasuk ketika kamu nonkrong di cangkruan (warung kopi) sekedar minum es teh untuk menghilangkan gerah di malamnya Surabaya. Jarum jam sudah menunjuk angka sebelas malam, tidak hayal jam segitu para gadis perawan yang biasa hilir mudik dengan scooter-nya sudah balik kandang, atau para Office Boy mungkin sudah terlelap bermimpi menjadi bos walau cuman sehari.

    Jalanan mulai sepi kontras dengan cangkruan yang buka 24 jam masih ramai dengan para mahasiswa dengan muka penuh penjepit baju karena kalah bermain kartu Remi atau ada yang ngelantur tentang dosen sableng yang tidak meluluskan mahasiswa gendheng padahal si mahasiswa sudah ikut 4x mata kuliah dosen tersebut, atau membicarakan pemain bola dengan cewek-ceweknya yang ber-body seperti gelas anggur Italy. Kalau aku sedang ngapain? Yah seperti yang aku bilang di awal, aku butuh segelas es teh untuk menyejukkan tenggorokanku (Ah alasan utamanya adalah, aku mencoba berpaling dari skripsi yang nampak tidak seksi lagi).

    Makin larutnya malam, para penjaja nasi goreng, bakso, mie ayam, mulai merapikan gerobaknya. Tapi tidak dengan pria bertopi dengan karung lusuh yang dia tenteng di punggung lengkap dengan pengait, bagi pria itu barangkali di larut malam inilah start awal baginya untuk mengais rezeki di antara tumpukan sampah. Kertas-kertas yang banyak dihamburkan oleh mahasiswa skripsip-er, bisa-bisa dikonversi olehnya menjadi segenggam koin lima ratusan.

    Jadi teringat akan kampung halamanku, di pagi nan buta dimana orang-orang masih bersembunyi dibalik selimut hangatnya, para petani sudah bekerja keras banting tulang di sawah untuk bisa menghasilkan panen yang melimpah. Sedangkan ibu-ibu dengan bak besar berisi sayur mayur setia menunggu di pinggir jalan, menunggu angkutan yang akan membawa mereka ke pasar tradisional.

    Aku pikir sebelum ayam berkokok mulai dari petani, nelayan, kuli angkut di pelabuhan, tukang sapu jalanan, pemulung sampah, pedagang asongan hingga buruh pabrik, mereka sudah bekerja keras tiap harinya agar asap dapur terus mengepul dan tanpa mereka sadari, mereka turut menjaga roda perekonomian negeri ini terus berputar.

    Muncul pertanyaan, mereka itu saban harinya telah bekerja keras tapi kenapa masih saja ada diantara mereka yang belum sejahtera alias miskin? Yang aku tahu penyebab kemiskinan bisa terjadi karena ada 2 faktor yaitu sistemik dan fungsional. Berdasar fungsional, kemiskinan terjadi karena disebabkan faktor individu. Secara ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan kerja memadai. Tetapi individu-individu ada yang malas dan tidak mau memanfaatkan peluang tersebut. Akibatnya pemasukan tidak ada dan dampak lanjutnya pun kemiskinan terjadi. Sedangkan dari faktor sistemik, kemiskinan disebabkan persoalan sistem yang tidak bisa mengendalikan perekonomian dengan baik sehingga lapangan pekerjaan minim. Kalau lapangan pekerjaan minim, pengangguran akan semakin banyak. Akibatnya, kemiskinan terjadi.

    Lantas mana sekiranya yang dominan? Aku kira kamu tidak perlu menjadi sarjana ekonomi untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Tapi baiklah aku berikan bocoran jawaban, dan jawaban ini langsung dari pejabat yang katanya termasuk jabatan terhormat di negeri ini. Bapak Ketua DPR RI mengatakan “Orang miskin itu karena salahnya sendiri dia malas bekerja. Jadi bukan salah siapapun kalau ada orang miskin.”

    Kalau dicerna bulat-bulat perkataan pejabat tadi, sedikit ada benarnya juga. Aku sependapat dengan pak ketua DPR tadi, rakyat Indonesia memang malas bekerja karena para pemimpinnya saja seperti ketua DPR RI itu, merasa kesejahteraan rakyatnya bukan lagi tanggung jawabnya. Kasihan banget ya kita, udah dibuat menderita oleh kebijakan penguasa masih juga disalahkan dan dianggap sebagai pemalas! []peta

2 thoughts on “Rakyat Indonesia Pemalas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s