The Truly Moslem


    Sebagai seorang muslim, tentu cita-cita tertinggi ku adalah menjadi sebenar-benarnya Muslim yaitu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah swt. sebaik-baiknya seperti yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah saw. serta para sahabatnya.

    Lantas, bagaimana dengan kemusliman ku yang sekarang? Jauh, sangat jauh, itu yang bisa aku katakan. Apa karena aku melewatkan shalat? Atau meninggalkan membaca Al Qur’an? Tidak, bukan itu. InsyaAllah shalat berjamaah di masjid dan membaca Al Qur’an akan menjadi habits-ku, sudah aku laksanakan dan akan terus aku lakukan sampai hembusan terakhirku. Karena dua amalan tersebut akan menjadi modal awal bagiku untuk menghadapi persidangan yang paling adil seadil adilnya.

    Aku tidak berharap seperti nabi Musa as., meski mendapat wahyu, nabi Musa as. masih meminta untuk melihat dan bertemu Rabb Yang Mahakuasa. Terkadang aku juga ingin melihat-Mu, agar aku menjadi lebih yakin melebihi keyakinan seorang ulama, yang sama sepertiku belum pernah melihat-Mu. aku berharap Engkau “memaklumi” sifat kemanusianku itu.

    Aku bukan muslim yang sempurna. Bukankah sebagai seorang muslim sudah seharusnya menghafal Al Qur’an mulai dari ayat pertama bismillahirrohmanirrohim sampai ayat terakhir minaljinnati wannas , atau paling tidak bisa memahami ayat-ayat suci Al Qur’an. Tapi karena kebodohanku yang tidak mengerti bahasa Arab, membuatku seperti manusia purba untuk sekedar memahami Al Qur’an.

    Dalam lamunanku — apabila Allah mengizinkan — kaki ku menginjak taman Surga-Nya, salah satu yang segera aku lakukan adalah mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan baginda Rasulullah saw. Tapi malu rasanya, paling bahasa yang aku gunakan adalah bahasa tubuh untuk berbicang-bincang dengan Beliau, gara-gara kebutaan ku akan bahasa Arab!

    Aku harap anak cucuku dan generasi penerus ku bisa menjadi The Truly Muslim atau muslim yang sebenarnya. Tidak seperti generasiku yang sudah sholat berjamaah 5x di masjid, puasa senin kamis, membaca Al Qur’an siang malam suntuk tetapi tidak disadari oleh sebagian besar generasiku, mereka masih saja memakai hukum-hukum di luar Islam!

    Untuk sekarang, kalau bukan termasuk The Truly Muslim, paling tidak aku menjadi muslim apa adanya yaitu seorang muslim yang menjalankan Islam apa adanya, mengamalkan ajaran Islam tanpa ditambah apalagi dikurangi. Sempurna itu memang mustahil dalam hidup, tapi aku akan melakukannya sebaik mungkin untuk mendekati kesempurnaan tersebut. Biarlah orang luar memaki karena bukan muslim yang moderat, atau malah di cap Islam radikal, fundamentalis. Itu hanyalah stempel dari manusia, sedangkan yang kuinginkan hanyalah ridho-Nya. []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s