Bacalah Sebelum Membaca Itu Dilarang!

    Sebagai manusia biasa, aku pun tidak terlepas dari kekurangan, kurang sana kurang sini kurang situ! Contoh kebiasaan jelek yang semestinya ku hindari terkait kebiasaanku ketika buku yang baru aku beli dan belum selesai ku baca, aku udah membeli buku lainnya. Akhirnya buku yang tidak terbaca mengantri untuk dibaca seperti mengantrinya ibu-ibu mendapat sembako murah.

    Efek kebiasaan jelek ini akan terasa ketika di akhir bulannya aku mengidap kanker alias kantong kering. Kalau sudah kayak gini temen ku pasti ngomong, “Makan tuh buku!!“.

    Ya sementara aku akan insaf dari kebiasaan jelekku tersebut, mengingat uang bulananku sebagian adalah hasil dari subsidi orang tua. Aku harap kalian memaklumi kebiasaan jelek ku itu, yang sepertinya juga di idap oleh orang yang biasanya kalian sebut kutu buku. Bukankah kehidupan manusia tidak bisa lepas dari buku. Meski harga buku relatif mahal, tapi akan lebih mahal lagi apabila tidak berpengetahuan!

    Menurut ku buku itu tak bisa tergantikan, meski sekarang ada sekolah-sekolah yang menerapkan sistem belajar-mengajar tanpa buku, yaitu proses belajar-mengajarnya menggunakan teknologi digital. Buku pun diganti dengan e-book yang diakses lewat PC atau tablet PC. Ya tapi tetap saja buku itu tidak bisa tergantikan, mulai dari aroma kertas, bentuk fisik atau ketebalan buku yang terkadang dijadikan bantal atau dipeluk-peluk kayak boneka si beruang Teddy! (hihi lebay..)

    Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengambil saripati hikmah dari buku-buku yang kubaca. Dan aku patut berterima kasih kepada mentor ku yang tidak pernah melarang atau menghalang-halangi diriku untuk membaca yang tergolong black list, tidak seperti kelompok pergerakan (harakah) lainnya yang ku dengar sampai melarang para kadernya untuk membaca buku black list atau bahkan buku ‘putih’ yang menjadi kitab tabayun bagi harakah tertentu.

Padahal aku pernah kepergok oleh mentor ku sedang membaca bukunya Nietzsche, filsuf gila yang pernah mengatakan “Tuhan telah mati dan kita yang membunuhnya”. Kalau ditilik lagi, diantara kumpulan buku di rak buku ku ternyata ada juga buku Gus Dur yang pluraslisme, Ali Syariati yang Syiah, alm. Cak Nur, dsb. Jangan berpikir dengan membaca buku-buku tersebut aku akan meliberalkan pemikiranku sama seperti para cendekiawan yang setelah pulang dari negara barat mereka malah menjadi pelacur intelektual, menikam islam dengan pemikiran liberalnya!

Qur’an dan Sunnah akan selalu menjadi pegangan serta mengakar kuat di pembuluh nadi ku, senantiasa menangkal virus pemahaman asing yang sebenarnya tidak pantas untuk disebandingkan dengan Islam. Ah setidaknya kalau pemikiranku benar-benar off the track, aku harap sahabat-sahabat ku mau menjitak kepala batu ku. []peta

5 thoughts on “Bacalah Sebelum Membaca Itu Dilarang!

  1. yup, kebiasaan di awal paragraf itu emang harus segera diubah. klo ga, beneran, siap2 menderita kanker. aku udah ngalamin jg. hehe,
    pengalaman qt hampir sama, aku jg pernah diinterogasi musrifah gara2 ketauan baca buku marxisme.
    tp alhamdulillah udah ada bentengan tsaqafah Islam.
    kuakui, buku bacaan yg paling keren adlh sirah rasulullah saw.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s