Review buku Jangan Sadarkan Mahasiswa!


    “Udah, nggak usah menghindar, intelektual muda kayak kalian saatnya dibongkar!”

    Tulisan di atas akan anda temui pada cover belakang buku Jangan Sadarkan Mahasiswa karya Chio. Penasaran kan, skandal apa kiranya yang mau dibongkar dari mahasiswa!!

    Buku Jangan Sadarkan Mahasiswa adalah karya penulis unik Chio. Penulis dari buku serial “Jangan Sadarkan” semacam Jangan Sadarkan Cewek (JSCe), Jangan Sadarkan Cowok (JSCo), Jangan Sadarin Jilbaber (JSJ) serta buku yang lagi di garap nya Jangan Sadarkan Belum Nikah (yang belum nikah kudu siap-siap ne, siap-siap apaan? Ya siap-siap, siap-siap punya bukunya hhe).

    Dilihat dari posisinya, mahasiswa mempunyai tempat tersendiri di lapisan masyarakat. Mahasiswa menjadi kelompok yang berkrakteristik berbeda karena mereka adalah kelompok terdidik. Meski secara kuantitatif jumlah mereka tergolong kecil di lapisan masyarakat namun sejarah mencatat mereka mampu menjadi lokomotif perubahan.

    Sudah sepantasnya mahasiswa menjadi motor penggerak perubahan masyarakat serta mengangkat harkat martabat kaum kecil, bukan hanya sekedar titel serta kerja nyaman belaka! Tapi yang tertulis di buku ini ada saja mahasiswa yang tertidurkan oleh kebijakan-kebijakan halus pemerintah. Kebijakan yang seolah berpihak pada rakyat kecil, padahal menjadikan mereka tumbal. Kebijakan yang terlihat wajar bagi mahasiswa yang nggak punya otak!! Ya itu kira-kira pesan dari buku ini, “Jangan Sadarkan” mereka yang gak mau berpikir!

    Dalam buku ini ada pengklasifikasian mahasiswa. Seperti mahasiswa aktivis, golongan aktivis ini juga ada golongannya mulai dari aktivis murni, aktivis cari pacaran, aktivis dadakan sampai aktivis lapangan. Ada juga mahasiswa IP, mahasiswa petualang, mahasiswa pergerakan, mahasiswa kutu buku, mahasiswa entrepreneur sampai mahasiswa beasiswa. Sepertinya kamu yang ngaku mahasiswa bakalan masuk salah satu, salah dua atau salah tiga dari klasifikasi mahasiswa di atas (kalau si Chio sendiri masuk kategori mahasiswa apaan ya!)

     Berikut kata-kata favorit dalam buku ini. Oya tidak sedikit ditemui dalam buku ini kata-kata yang sulit dibaca (alias salah ketik), ya maklumlah kecepatan tangan tidka slalu secepat lintasn pikiran (hmmz..):

  1. Berikan aku sepuluh pemuda untuk dididik, Akan kuubah dunia (Soekarno).. Berikan aku sepuluh mahasiswa, Akan kubentuk boyband (Entah siapa) (hal. 6)
  2. Mahasiswa adalah mereka yang berusaha mengerti apa yang dimaui masyarakat kecil, bergerak dalam pergerakan demi menuntut kebutuhan rakyat yang tertindas, yang mencoba mengkritisi semua kebijakan pemerintah dan dengan semangat muda (hal. 13)
  3. Rakyat takut sama polisi, polisi takut ama presiden, presidennya takutnya sama mahasiswa! (hal. 16)
  4. Aneh jika teman-teman seorganisasi kalian mengadakan aksi dan kalian cuman dengan santainya bilang, selamat berjuang ya! (hal. 26)
  5. Penguasa yang menyengsarakan rakyat adalah musuh (hal. 28)
  6. Apatis itu sebuah kejahatan? Membiarkan sebuah kejahatan adalah bagian dari kejahatan itu (hal. 46)
  7. Mahasiswa tanpa idealisme! Alias calon penambah sampah, dengan embel-embel intelek-tual.. (hal. 107)
  8. Di Indonesia hanya ada dua pilihan, menjadi idealis atau apatis (Soe Hok Gie, hal. 108)
  9. Senior merasa menjadi penguasa karena sudah lama ada di kampus dan harus dihormati. Walau kadang lebih pantas untuk dipandang sebelah mata (hal. 111)
  10. Bukannya ngadain penyambutan yang baik malah mendistorsi menjadi minta dihormatin, gila dihormati, tamak keramahan yang terpaksa. Tatapan sinis itu dianggap perlu diberikan kepada kalian anak baru, kalau kalian kurang ajar, sayangnya kalian dicari-cari ketidakbaikannya (hal. 112)
  11. Mereka adalah manusia-manusia buku. Orang yang bergelut dengan pemikiran dan bertarung dengan kenyataan (hal. 132)
  12. Menulis adalah sebuah kegiatan dalam memperpanjang pengajaran, menambah lama umur, mencari kebaikan terus menerus (hal. 141)
  13. Sebaik-baik guru adalah buku? Yang bisa kita tanyakan kapan kita mau. Sebaik-baik teman duduk adalah buku? Tidak meninggalkan (hal. 141)
  14. Mereka yang mempunyai ilmu, yang mau berpikir dan berpikiran jernih yang bisa merasakan kehadiran Sang Pencipta disetiap bentangan alam, takut yang diiringi harapan kepada Sang Penguasa semesta (hal. 144)
  15. Keimanan dalam semua hal. Itu lah yang membedakan keilmuwan Barat dan Islam. Barat mungkin bisa jadi melahirkan banyak pemikir, ilmuwan, tapi jangan ditiru tingkah kelakuan mereka. Tidak sedikit para ilmuwan mereka itu yang kelakuannya bejad (hal. 149)

Judul : Jangan Sadarkan Mahasiswa!

Penulis : Chio

Penerbit : Anomali Penerbit

Harga : Rp 24.000

Review by peta

6 thoughts on “Review buku Jangan Sadarkan Mahasiswa!

  1. wah reviewnya bagus-bagus..
    kalo lagi nyari buku kayaknya tinggal mampir sini aja deh. hehe..
    btw mas masih jadi agen buku? buku terbitan apa aja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s