Review buku Jangan Sadarkan Cewek! karya Chio

Buku Jangan Sadarkan Cewek! adalah karya Chio. Penulis buku “Jangan Sadarkan” lainnya seperti Jangan Sadarin Cowok (JSCo), Jangan Sadarin Jilbaber (JSJ) dan Jangan Sadarkan Mahasiswa (JSM). Siapa Chio? Aku kasih bocoran ya tapi jangan kasih tahu siapa-siapa. Chio itu yang nerbitin bukunya sendiri termasuk buku JSCe ini.. Dia yang nulis dia juga yang nerbitin, unik kan!

Keunikan lainya dari buku ini jelas dari judulnya yang memang gak ‘biasa’. Dimana-mana gak dipengajian, upacara bendera, ceramah, mbok ya diingatkan atau disadarkan jemaahnya. Nah yang ini gak, malah terkesan ‘jangan sadarkan’. Gak percaya! coba simak deh pesan si Chio, “Para cowok (bejad), jangan sadarin cewek – cewek buat berhenti jadi santapan enak, murah, bahkan gratis buat kita para cowok bejad. Biarkan mereka terus merusak diri mereka sendiri. Yang rugi kan mereka, kita sih para cowok bejad dapet enaknya aja. Hehehe.”

Kata-kata yang digunakan oleh si Chio memang rada kasar, parah, sadis banget atau bahasa kerennya bahasa sarkasme! Mungkin menurut Chio bahasa tersebut adalah bahasa yang pantas buat para cewek yang semakin hari semakin tidak menghargai dirinya sendiri terutama buat cewek hedon!

Ibarat aktor, si Chio ini menurutku pantaslah dapat piala Citra atas perannya sebagai pria bejad di dalam buku ini. Sukses membongkar kebodohan para cewek dan mempermalukan mereka karena begitu mudahnya untuk dimanfaatkan.

Nah pertanyaan satu juta dollarnya ne, apakah dengan membaca buku ini para cewek akan semakin tidak sadar atau malah sebaliknya? Wah aku gak tahu ya, aku kan bukan termasuk orang yang kebagian jatah makian dalam buku ini! mendingan kalian baca sendiri deh bukunya. Buku yang sepertinya terlarang bagi para cowok bejad!

Berikut kata-kata favorit bagi para cowok bejad dan seharusnya menjadi renungan untuk para cewek labil:

  1. Nikmati tubuh cewek selagi dia belum sadar! (hal. 20)
  2. Cewek tertipu dengan semua penampilan bintang iklan di TV, majalah, poster! Kulit-kulit mulus yang aslinya adalah hasil pengolahan manipulasi digital melalui program computer, tapi diklaim oleh iklan bahwa itu merupakan hasil dari penggunaan sebuah produk mereka! (hal. 27)
  3. Cewek fungsinya sebagai penarik dan penghias saja, tidak kecuali sebagai cara untuk mengeksploitasi mereka (hal. 28)
  4. Mereka teracuni dan menjadikan wajahnya sebagai objek eksperimen berbagai produk kecantikan (hal. 30)
  5. Cewek yang make pakaian ketat en plus dikit bahannya sama aja telanjang, beda warna aja dengan tubuh aslinya (hal. 33)
  6. Cewek dijadikan model iklan untuk barang-barang yang dipaksa-paksain ada ceweknya. Mulai dari mobil sampai iklan tong sampah sekalipun dipaksain ada model ceweknya! Jadi gak jelas mana yang dijual (hal. 40)
  7. Cewek itu memiliki badan yang aduhai untuk dijual, paras yang cantik untuk menggoda dan suaranya begitu mendayu. Biarkan mereka mencari kepuasaan biologis dengan banyak lelaki yang begitu mengagumi tubuhnya atas nama cinta (hal. 44)
  8. Kita bisa menikmati mereka dengan tanpa susah payah. Beli seribuan sudah bisa. Gratisan lewat TV ada. Dua ribuan di internet banyak. Barang obralan emang gitu! (hal. 46)
  9. Biarkan mereka menjadikan agama hanya menjadi kedok, menjadi agama ktp, menjadi warisan dari orang tua, nggak usah susah-susah mencari kebenaran akan kesejatian agama, ntar malah pusing (hal. 48)
  10. Bukankah fashion itu mereka beli sedemikian mahal untuk mengatakan ‘inilah aku’, aku ada karena aku membeli (hal. 48)
  11. Masak bukan kepandaian biasa lagi tapi salah satu yang utama jika dia memang ngaku berkelamin cewek (hal. 52)
  12. Seperti halnya bangku taman yang bisa ditiduri oleh siapa aja. Dari tukang mabuk, sampai pengemis. Seperti toilet umum yang siapapun bisa menggunakanya asal bayar (hal. 55)
  13. Kita mengajak dia untuk nonton film romantis biar dia terpancing untuk melakukan adegan seperti yang di film (hal. 56)
  14. Karakter nggak berani nolak merupakan karakter yang paling amat sangat kita perlu tumbuhkan dalam diri cewek (hal. 59)
  15. Dengan semua biaya yang kamu keluarin untuk merawat kecantikan, rugi kan kalau nggak ada yang nikmatin (hal. 62)
  16. Efek lain dari cuci otak sedari kecil oleh iklan. Bagian dari gambaran cewek ideal versi iklan, putih mulus, rambut panjang, tinggi semampai (hal. 63)
  17. Kamu masih percayakan dengan doktrin bodoh dan nggak berotak dari barat, kalau cewek yang berani makai rok mini itu berarti dia pede dengan tubuhnya. Dan nggak berani pamer mesti dia mempunyai kulit yang nggak mulus (hal. 64)
  18. Kalau cewek nyerah untuk tobat, kan bisa kita pakai lagi! (hal. 67)

 

Judul : Jangan Sadarkan Cewek

Penulis : Chio

Penerbit : Anomali

 

Review by peta

3 thoughts on “Review buku Jangan Sadarkan Cewek! karya Chio

  1. So truuee… jadi cewek apa adanya aja, tapi bukan berarti harus berantakan juga sih hehehe. Paling nggak, hargai diri sendiri tapi jangan berlebihan, apa-apa yang berlebihan tuh nggak baik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s