Review Buku: Filosofi Korong


Divan Semesta adalah sebuah nama pena. Aku gak tahu, nama tersebut asing apa gak di telinga kalian.. Tapi bagi kamu yang aktif di pergerakan islam, Divan Semesta adalah ikon dalam pergerakan kaum muda islam. Tulisan-tulisannya yang militan sepertinya menjadi magnet tersendiri bagi pemuda islam (termasuk akunya hehe).

Bacalah tulisan kang Divan dan bersiaplah logika berpikirmu diaduk-aduk olehnya seperti adonan bakpao kacang merah. Membacanya kamu akan dibenturkan dengan pemikiran-pemikiran dari luar mulai dari atheis, kapitalisme, sosialisme, pluralisme dan posmo karena seorang Divan tidak sungkan untuk mengutip dari Marx, filsuf palu Nietszche, Freud, hingga para dedengkot Islam Liberal sekalipun. Tapi melalui tulisan Divan Semesta, pemikiran ‘asing’ tersebut bukannya memudarkan pemahaman keislaman kita (seperti yang sering terjadi pada cendekia muslim setelah pulang dari luar negeri), justru menguatkan akan pemahaman pemikiran islam. Yah setidaknya itu yang aku rasakan setelah membaca buku Buried Alive, I’m Muslim Don’t Panic#1 dan I’m Muslim Don’t Panic#2, karya Divan Semesta.

Sedangkan buku ini, Filosofi Korong adalah buku ke lima karya Divan Semesta. Buku ini merupakan kumpulan cerpen sekaligus buku kumpulan cerpen pertama dari kang Divan.

Aku bersyukur di buku kelimanya ini, aku tidak begitu mengalami ‘pendarahan’ pemikiran gara-gara tulisan kang Divan yang nyeleneh, provokatif, kelewat sensual tapi mencerahkan.. seperti yang ku rasakan ketika membaca buku ke empat kang Divan, novel Riang Merapi.

Seperti yang kusebutkan sebelumnya, buku Filosofi Korong hanya berisi kumpulan cerpen. Kamu tidak akan disuguhi essai-essai yang seringkali memuat konflik pemikiran, argumentasi-argumentasi atau logika-logika cantik dari kang Divan. Buku ini berisikan cerpen-cerpen yang gampang kamu cerna sehingga dapat dengan mudah diambil saripati hikmah di dalamnya. Seperti salah satu cerpen favorit ku dalam buku ini, judulnya O’ Dhaneeta. Mengajarkan akan arti kebahagiaan, “kebahagiaan itu bukan sesuatu yang dapat didefinisikan. Kebahagiaan itu ada di dalam hati!?” (cerpen yang satu ini “sesuatu” banget).

Jika kamu belum terpuaskan hanya sekedar membaca kumpulan cerpen, aku sarankan untuk membaca novel Riang Merapi, novel pemikiran dari kang Divan. Membaca novel Riang Merapi, aku pikir lebih dari cukup untuk sekedar bertamasya pemikiran. Berikut kata-kata favorit dalam buku ini di tengah lautan metafora atau kedalaman perifrasa cerpen kang Divan:

  1. Manusia akan selalu melakukan kesalahan dan alangkah lebih baik kalau manusia terus menerus meloundri kesalahannya! (hal. 5)
  2. Orang Indonesia itu aneh! Kalau lapar galak kalau kenyang bego! (hal. 33)
  3. Ketika menerima amplop, seluruh tetangga tertawa. Teman-teman tersenyum bangga. Mereka menyanjung setinggi cemara. Ketika dompet tidak terasa mengganjal pantat. Kegembiraan sirna, hilang, sepi kelabu, tidak ada tepuk tangan! (hal. 41)
  4. Secara formal laki-lakilah yang memimpin kehidupan keluarga, namun saat berjalan maka tidak ada yang memimpin dan wanita yang dipimpin.. (hal. 57)
  5. Kebahagiaan itu bukan sesuatu yang dapat didefinisikan. Kebahagiaan itu ada di dalam hati!? (hal. 57)
  6. Mengapa manusia tiba-tiba lahir ke dunia? Mengapa manusia tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan alam yang membingungkan? Lantas apa yang menjadi tujuan penciptaannya? Saya tiba-tiba saja ada di dunia ini tanpa diberi kesempatan untuk memilih.. untuk apa hidup ini? (hal. 60)
  7. Apalagi yang aku kulakukan, sementara semua yang kuinginkan sudah kulakukan! Sudah kudapatkan! (hal. 67)

 

Judul : Filosofi Korong

Penulis : Divan Semesta

Penerbit : Anomali

 

Review by peta

4 thoughts on “Review Buku: Filosofi Korong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s