Boyband Dan Nostalgila

 

    Indonesia demam K-Pop..!! atau lebih tepatnya bukan demam tapi latah kali ya. Indikasi jika demam melanda yaitu ludesnya tiket konser Boyband asal Korea padahal tiketnya gak murah bahkan antrian pembelian tiketnya mengalahkan antrian ibu-ibu yang mau membeli sembako murah.

    Indikasi lainnya seperti yang saya lihat di TV, sekarang banyak bermunculan boyband atau girlband lokal bak jamur di musim kemarau (emang bisa! Bisa aja, saya kan yang nulis).

Di salah satu acara musik (pemandu acaranya maho lho), semua bintang tamunya adalah boyband dan girlband lokal. Rasa-rasanya gaya mereka gak jauh beda dengan style boyband/girlband bintang K-Pop. Mulai rambut diwarna pirang dan selalu tertata, wajah mulus dengan polesan make up yang tebal, kostum panggung yang selalu eye cathing (perpaduan warna dan design suka nggak karuan), rok mini-an, bibir yang terlihat selalu basah (pakai lip gloss), vocal pas-pasan (dari 5 anggotanya cuma 2 yang sering nyanyi). Paling yang gak sama matanya yang gak bisa disipit-sipitkan.

    Mungkin ada yang nyeletuk, wah penulis lagi syirik ya ama boyband, emang ada yang salah ama boyband/girlband? O sori manyori, saya gak minat sama sekali kayak gituan. Saya sih fun fun aja ngeliatnya, setidaknya sekarang saya ada tontonan alternatif selain topeng monyet yang gaya-nya itu itu aja, kalo gak pergi ke pasar ya berjalan pake payung. Emang K-Pop itu apaan y? bukannya Kampungan Pop.

    Ya sudahlah kita tinggalkan Indonesia dengan demam “K-Pop” nya.

Selain disuguhi acara musik yang identik dengan anak muda yang fresh, fun dan energik (seperti saya), kamu bisa menjumpai disalah satu stasiun TV nasional menyajikan lagu-lagu lawas. Acaranya memang dikemas untuk nostalgia tembang kenangan bagi bapak-bapak atau ibu-ibu (jika kamu suka lagu “Hati Yang Luka” karya Obbie Messakh, kamu bisa ikut acara ini).

Disana para orang tua berdansa mengikuti alunan musik lawas sepertinya sambil mengingat masa-masa kenangan indah di bawah jembatan ancol (bujug, disana mau ngapain? gak tahu, tanya aj sendiri). Dress code yang dipakai pun sama kayak di foto hitam putih punya embahku.

Saya anggap orang tua di acara nostalgia itu adalah orang-orang unik. Lho emang unik dari mananya? Ya unik, bukannya mengingat dosa-dosa yang mereka lakukan ketika masih muda, ini malah mengulang kemaksiatan yang biasa mereka lakukan ketika muda! Gak nyadar apa, kalau mereka sudah bau tanah!

Jadi kepikiran, gimana kalau dimasa mendatang ada acara nostalgia girlband tahun 2010-an. Wah saya pasti gak bakalan datang, bukan karena saya sudah tobat tetapi gak lucu ah masa’ mau ngeliat nenek-nenek pake rok mini! []peta

5 thoughts on “Boyband Dan Nostalgila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s