1.300.000.000.000.000 rupiah

    Tidak jauh dari kost ada Sekolah Dasar (SD) makanya tiap hari berseliweran anak-anak yang masih polos wajahnya itu. Aku jadi teringat ketika zaman SD ku dulu, meski zaman SD ku tidak sefenomenal kisah Laskar Pelangi atau sarat dengan aroma petualangan seperti Si Bolang, setidaknya ada cerita yang bisa ku kenang.

    Masih melekat dalam ingatanku ketika guru SD ku waktu itu pak Zainol seorang guru matematika yang memakai kacamata lebar dan kalau bertemu dengan muridnya ini selalu tersenyum (daya ingatku masih tajam ternyata setajam silet!). Waktu itu guru ku bilang kalau disuruh pindah ke Jepang atau negara lainnya, beliau akan nolak. Kenapa? Karena di Jepang sering terjadi gempa katanya. Alasan lainnya karena Indonesia sangat kaya dan subur. “Coba bayangkan anak-anak, cuman menancapkan batang pohon saja maka batang itu akan tumbuh sendiri tanpa disiram air atau di pupuk sekalipun, itu karena saking suburnya Indonesia”.

    Mendengar jawaban itu tentu aku yang masih bocah berumur 9 tahun merasa takjub dengan mata berkaca-kaca persis seperti baru melihat seekor kelinci keluar dari topi pesulap. Aku malah mengkhayalkan jika yang ku tanam sekertas uang mungkin yang tumbuh adalah pohon uang dimana daun-daunnya adalah uang kertas, buahnya berisi uang koin. Dengan uang sebanyak itu, aku bisa memborong chetos sepuasnya..! Aku harap kalian memaklumi imajinasi masa kecilku itu, bukankah kalian dulunya juga seorang anak kecil dan pernah menyusu!

    Tapi sekarang umur ku sudah menginjak kepala 2, imajinasiku pun tidak seliar dulu lagi dan yang pasti aku tidak menyusu lagi!

Semakin bertambahnya usia semakin ku membenarkan perkataan guru SD ku dulu bahwa negeri ini adalah negeri yang kaya. Selama proses belajar dari SD sampai di bangku kuliah, yang kulihat negeri ini memang kaya malah terlampau kaya.

    Aku ingin menunjukkan data-data betapa kaya nya negeri ini tapi tulisan ini nantinya terlihat seperti tulisan ilmiah atau malah mirip jurnal ilmiah. Aku tidak ingin tulisan ini akan berakhir di rak buku perpustakaan tersusun rapi seperti ribuan jurnal ilmiah lainnya yang tidak teraplikasikan.

    Akan kuberikan sedikit contoh saja kenapa negeri ini kaya. Berdasarkan data ESDM ditaksir cadangan minyak indonesia 97 miliar barel dengan produksi minyak yaitu 1,2 juta barel/hari, sekarang harga perbarelnya itu mencapai $103. Itu belum pemasukan lainnya seperti dari emas (300 kg/hari), batubara, gas, minyak kelapa sawit dsb. Waw amazing.!!

    Namun apa yang terjadi, sudahkah semua kekayaan itu kita rasakan? Sudahkan kita menjadi sejahtera dan makmur karenannya? Sudahkan kita menjadi negara yang bermantabat dan berperadaban tinggi?

    Kalau negeri ini kaya kenapa negeri ini tidak sejajar dengan negara maju lainnya seperti Jepang atau Singapura dimana wilayahnya secuil wilayah Indonesia? Mengapa masih ada 100 juta penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan? Negara kaya kog ngutang! Hutang menghutang memang perkara biasa. Tetapi mengapa negara kaya sekaya Indonesia masih ngutang dan hutangnya tidak tanggung-tanggung mencapai 1.300.000.000.000.000 rupiah.

    Kamu pasti bertanya, kog bisa ya? Sama aku juga tanya kayak gitu, bedanya aku sudah coba mencari penyebabnya. Kalau kata pengamat kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy, “Negara gagal dalam menegakkan hukum, dalam penyediaan infrastruktur, serta dalam menegakkan pemerataan dan keadilan”. Sedangkan pakar ekonomi, Revrison Baswir, berpendapat “Negara telah kalah, kalah terhadap intervensi asing”. Yang parah pendapatnya pak Kwik Kian Gie, “Pemerintah Indonesia telah di brainwash pikirannya supaya tunduk kepada asing”.

    “Negara gagal”, “negara kalah”, “brainwash” atau label lainnya menunjukkan indikasi bahwa negeri ini sedang bermasalah. Pertanyaannya sudah sadarkah kita atau jangan-jangan kita yang bermasalah? []peta

Nb:

* Pasti ada yang nodong pertanyaan kepada penulis, mungkin dikiranya penulis adalah orang pintar padahal aslinya memang pinter hehe. Kalau menurut penulis, kenapa negeri ini kaya tapi kekayaannya sepertinya tidak memberi keberkahan? Jawabnya simpel aja coba buka map of life, “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al A’raaf : 96)

2 thoughts on “1.300.000.000.000.000 rupiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s