We Can’t Sit Silent Anymore!

    Terus terang mungkin aku termasuk pria yang rapuh, keropos dan lemah. Aku akui aku jarang olah raga bahkan aku pun tidak mampu menandingi kegesitan mouse yang selalu ku pegang di depan komputer. Celakanya lagi sepertinya aku salah memilih jurusan teknik, melihat kondisiku yang seperti ini.

    Tapi jangan berpikiran kalau aku ini adalah seorang maho, kewanita-wanitaan, feminim atau seperti wadam yang mengais rezeki dengan suara serak-serak keringnya dan bermodal kedipan mata. Aku tetaplah seorang pria!

    Sudahlah, bukan itu yang ingin aku bahas tetapi foto yang mengubah pradigma ku akan kematian. Di facebook ada seorang kawan yang meng-share sebuah foto bukti kekejaman rezim Assad pemimpin diktator Syria.

    Foto tersebut menggambarkan salah satu keluarga yang ditembak mati oleh tentara Syria. Terlihat seorang ibu yang mendekap anaknya, melindungi dari berondongan peluru semacam senjata api jenis AK-47. Tapi percuma butiran peluru terlalu panas untuk membolongi kepala ibu beserta anaknya. Mereka mati ditempat dengan berlumuran darah bersama dengan sanak keluarganya yang lain (entahlah ketika aku menulis ini, jari jemari aku gemetar).

    Ketika melihat foto tersebut aku tidak bisa coment apa-apa, apalagi mau klik “like” . Waktu itu aku cuman berdoa agar meninggalnya anak, ibu dan keluarganya dihitung sebagai mati syahid.

    Di dalam harddisk ku juga tersimpan file kumpulan foto ketika pecah perang di Palestina. Aku hanya membukanya satu kali dan tidak aku buka lagi sampai sekarang bahkan ketika aku membukanya tidak sampai beberapa menit. Gambar pada file tersebut lebih genosida daripada film The Pianist atau film Final Destination sekalipun. Darah kental mengalir hingga tetes terakhir. Mulai dari balita sampai entah potongan tubuh milik siapa tumpah ruah diantara bangunan yang runtuh.

    Jika kamu masih membaca tulisan ini, aku anggap kamu masih punya nyali.. Aku sempat mencoba meng-update berita tentang Palestina. Malah yang aku dapat gambar kepala manusia dan mayat bocah dengan otak yang bercerai berai keluar dari kepala (silakan kamu cek dengan googling image, keyword nya “palestina”). Mungkin kamu akan merasa biasa-biasa saja, tidak merasakan sense apapun. Tapi cobalah kamu bayangkan jika kepala yang tergeletak itu adalah kepala orang tua kamu atau orang yang kamu sayangi. Bagaimana jika bocah yang otaknya berurai itu adalah anak atau adik kamu?? Mereka memang bukan saudara sedarah tapi bukankah Rasulullah saw. pernah menyampaikan “muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara..” (Astagfirullah, aku yakin nantinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt.)

    Cerita lainnya meski belum aku cek kebenarannya, tapi menjadi tusukan keras bagi kita. Ada seorang muslimah yang ditahan dan di dalam tahanan tersebut dia diperkosa berkali-kali secara bergiliran dan hampir tiap hari dilakukan..!! Sekali lagi meskipun tidak ada hubungan darah tapi bukankah kita masih punya rasa kemanusiaan. Dan rasa kemanusiaan kita memberontak, orang macam apa yang memperkosa gadis lemah secara bergiliran dimana seekor anjing pun tidak sebiadab itu!

    Seperti yang aku sampaikan di awal, aku memang lemah dan tidak banyak yang bisa aku lakukan. Aku berharap kepada Allah swt jika waktunya tiba, Allah masih memberiku umur dan kesehatan untuk membantuku berada di garis terdepan..

    Percuma Indonesia, Malaysia, Iran, dll mempunyai persenjataan alutsista yang canggih tapi untuk melindungi saudaranya saja tidak bisa. Teringat akan masa Mu’tasim Billah ketika menjabat sebagai Khalifah, ada kisah seorang muslimah yang dizalimi. Ia ditarik kerudung dan diperkosa kehormatannya oleh penduduk Amuriyah. Setelah mendengar kabar pelecehan itu Khalifah segera mengirimkan surat kepada raja Amuriyah bahwa ia akan mengirimkan beribu-ribu pasukannya untuk membebaskan muslimah tersebut.

    Ancaman itu ia buktikan, sementara kepala pasukan Khalifah sudah sampai di Amuriyah, iring iringan pasukan lainnya masih berada di Bagdad. Muslimah yang dizalimi dibebaskan. Amuriyah segera ditundukkan oleh Kekhilafahan.

    Khalifah seperti Mu’tasim Billa sekarang memang belum ada dan terkadang kita masih punya sejuta alasan untuk bungkam, but we can’t sit silent anymore..!! []peta

2 thoughts on “We Can’t Sit Silent Anymore!

  1. bacanya aja sudah bikin sedih, gimana ngalaminya…

    sebenarnya penyerangan yahudi kepada muslim, itu sudah menyeluruh dunia,hanya saja motifnya berbeda- beda,, mereka diserang dengan darah,, indonesia di serang dengan budaya, gaya hidup, dan pemikiran- pemikiran yang menyimpang dari agama, dan itu kadang banyak yg tak menyadarai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s