Barat Merangkul Islam?


    Saya termasuk orang yang percaya dan yakin kalau islam dan dunia barat itu tidak bisa disatukan sama halnya air dan minyak yang tidak bisa tercampur. Tapi bukan berarti keduanya tidak bisa duduk berdampingan, karena itu gunanya toleransi.

    Diakui atau tidak, di zaman modern ini peradaban barat merupakan kiblat bagi peradaban lainnya termasuk dunia islam. Mulai dari ekonomi, politik, militer, teknologi sampai sains, barat ahlinya. Makanya kemudian ada anggapan jika mau maju maka berpikir dan bersikap lah seperti orang barat.

    Anggapan itu tidak mesti benar, toh jangan dilupakan peradaban barat bisa maju sampai sekarang ini tidak lepas dari negara ketiga atau negara berkembang. Indonesia misalnya. Hutang luar negeri yang diberikan barat bukannya mensejahterakan rakyat Indonesia malah memasung Indonesia untuk membayar bunga hutang tiap tahunnya, mau tidak mau Indonesia harus membuka kran SDA alam yang dimilikinya untuk dibagi-bagi kepada asing seperti Freeport, Exxon mobile, dsb. Hal serupa terjadi Afghanistan dan Irak, demi sebuah demokratisasi, barat (Amerika) justru menggunakan cara-cara yang sangat tidak demokratis.

    Saya tidak ingin mengatakan bahwa kemunduran dunia islam disebabkan oleh dunia barat. Itu terkesan mengkambing hitamkan orang lain atas nasibnya sendiri. Akan tetapi sesuatu yang sangat menyakitkan, semenjak barat menguasai negeri lain termasuk negeri islam, mereka juga menginjeksikan pemikiran dan menyusupkan hukum-hukum serta pemahaman asingnya sehingga kaum muslim berpaling dari tsaqafah Islam.

    Mengapa islam dan barat tidak bisa disatukan? Menurut ku itu berawal dari masa awal-awal kebangkitan peradaban barat. Mereka bangkit karena mereka telah membunuh Tuhan.

    “Tuhan sudah mati, dan kitalah yang membunuhnya.” Kata filsuf palu Nietzsche. Bagi Nietzsche, kepercayaan kepada Tuhan cuma bikin manusia jadi lemah. Kematian Tuhan, manusia menjadi bebas dan menjelma menjadi manusia pencipta!

    Tapi bukankah dunia barat masih mengimani Tuhan? Sayangnya keyakinan dan iman mereka dibangun atas asumsi bahwa sesungguhnya Tuhan adalah ide atau gagasan (fikrah), bukan real (hakikat). Berdasar buku “Refreshing Pemikiran Islam” Muhammad Muhammad Ismail, Ide Ketuhanan menurut barat merupakan ide yang sangat bagus karena selama manusia mengkhayalkan dan meyakininya serta tunduk terhadap kekuasaannya maka ia akan menjauhi perbuatan buruk dan melakukan kebaikan dengan motivasi ide ini.

    Sejatinya Allah SWT itu real, bukan ide. Eksistensi Allah juga sesuatu yang bisa dijangkau dan diindera walaupun mengindera dzat-Nya adalah suatu yang mustahil. Oleh karena itu, Islam dan barat tidak bisa disatukan karena mempunyai “aqidah” yang bersebrangan layaknya tidak akurnya air dan minyak karena keduanya mempunyai sifat molekul yang berbeda.

    Jika kemajuan barat karena “membunuh Tuhan” maka seharusnya dunia Islam lebih maju lagi karena mereka mempunyai Allah SWT yang kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi. Ditambah bukankah konsekuensi logis orang yang mempunyai seperangkat aturan tidak mau di atur oleh orang yang gak tau aturan? []peta

4 thoughts on “Barat Merangkul Islam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s