Doa lah Sampai Kau Benar-Benar Mati!


Sukses adalah ketika orang mampu mewujudkan apa yang ia inginkan. Betapa bahagia-nya orang tersebut apabila yang ia impikan benar-benar terwujud.

Aku juga punya impian karena impian adalah bahan bakar bagiku untuk tetap survive di dunia yang fana ini. Impian kecilku tidaklah muluk-muluk, berharap nantinya mempunyai rumah sendiri dengan perpustakaan pribadi di dalamnya. Kalau pun rumah ku nantinya mungil, tapi aku berharap dari sanalah lahir dan tempat tumbuh Muhammad Al Fatih masa kini penakluk kota Roma!

Kita patut bangga jika dianggap orang sukses, tapi bagi seorang muslim, kesuksesan tidak hanya karena jerih payah yang kita lakukan tetapi berkat Allah swt. apa yang kita inginkan bisa tercapai. Aku menyebutnya kekuatan doa.

    Pertanyaannya kemudian, jika apa yang kita impikan tidak benar-benar terjadi apakah akan mengurangi kebahagiaan kita? Seharusnya tidak! Bagi ku itulah uniknya islam, sukses gak sukses tetap “happy”. Manusia memang hanya bisa berusaha dan berikhtiar saja, masalah hasil itu sepenuhnya hak prerogatif Allah swt. yang menentukan.

Apabila doa kita tidak terkabulkan, La Tahzan! mungkin ada hikmah dibaliknya. Allah swt. tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan melainkan Allah swt. memberikan apa yang kita butuhkan. Sebagai Illah Yang Maha Mengetahui, tentu Allah sangat mengetahui apa yang terbaik untuk umatnya, bisa jadi baik dimata kita tapi tidak menurut Allah. Sebaliknya, buruk di mata kita tapi baik menurut Allah.

    Ada kemungkinan kenapa doa kita tidak dikabulkan, apa yang kita minta belum pantas untuk kita miliki. Atau barangkali Allah akan memberi yang lebih baik daripada yang kita minta sekarang, nah tuh dikasih lebih baik lebih bagus! Kalau ust. Yusuf Mansyur pernah mengatakan, doa yang tidak dikabulkan mungkin saja digunakan untuk menebus dosa-dosa kita yang menumpuk. “Seharusnya kite bersyukur, masih mending Allah mau menghapus dosa-dosa kita, iye kagak!” kata ust kondang ini.

    Menurutku itulah kebahagian yang tiada tara yaitu dihapusnya dosa-dosa dan diterimanya amal jariyah kita, betul!! Percuma kan kita meminta rezeki yang mengalir terus seperti mengalirnya air di dufan waterpark. Tetapi dosa-dosa masih mengotori kesucian kita.

    “Tenang Allah Maha Pengampun. Asalkan kita benar-benar bertobat, insyaAllah dosa-dosa kita terampuni”, kamu kemudian berujar. Oke aku setuju, Allah Maha Pengampun. Tapi bagaimana dengan dosa-dosa kita kepada saudara, kawan, atau sebangsa manusia lainnya karena perbuatan kita baik sengaja maupun tidak sengaja. Allah bisa saja mengampuni dosa kita tapi bagaimana orang lain apakah bisa mengampuni kesalahan kita?

    Sebenarnya jika kamu berpikir, Allah akan selalu mengampuni dosa-dosa kita.. Iya kalau masih ada waktu di dunia, tapi bagimana jika ajal mu tiba-tiba menjemput? KO! Game Over, kamu tidak punya waktu lagi untuk bertobat!

    Maka sudah semestinya diantara doa yang kita panjatkan, mintalah ampunan Allah dan minta dijauhi dari syaitan terkutuk yang membuat surga seperti neraka dan neraka tampak surga di mata kita, dan senangannya mengadu kepala domba manusia.

Doa lah sampai kau benar-benar mati. Sebelum mati, says sorry to your friends,. Hei minta maaflah!! []peta

 

Catatan langit :

  • “Tuhanmu berfirman berdoalah kamu kepada Ku, niscaya akan Aku perkenankan” (QS. Al-Muminun : 60 )
  • “Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan akan dikabulkan”. (HR. Tirmidzi dan Ahmad dari Abu Hurairah)

2 thoughts on “Doa lah Sampai Kau Benar-Benar Mati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s