22’th

     “met ultah eng, moga panjang umur dan sukses selalu”

Tulisan di atas adalah petikan kiriman temanku pada dinding akun facebook ku. Terus terang kiriman itu pula yang mengingatkanku bahwa sekitar 22 tahun yang lalu keluar dari rahim Ibu, seorang bayi merah tidak berdaya yang pertama kalinya berhadapan dengan dunia.

Bayi itu tiap hari tumbuh dan berkembang dari seorang bayi yang cengeng tumbuh menjadi anak yang bisa berbicara, berkembang lagi menjadi remaja yang banyak mau-nya dan meningkat menjadi dewasa yang berpikir.

Di tengah proses tumbuh dan berkembangnya, suatu ketika dia dijejali akan pertanyaan-pertanyaan tentang eksistensi dia (baca: manusia) di dunia kaitannya untuk mencari jati diri.

Untuk apa manusia diciptakan? Atau manusia hanya binatang yang berbicara seperti katanya para filsuf? Jika benar manusia adalah binatang berbicara maka aku adalah binatang yang berpikir. Yah setidaknya aku lebih segalanya dibandingkan binatang-binatang di KBS Surabaya.

Umur 22 tahun bukan waktu yang lama. Meskipun banyak kejadian dan pergolakan yang aku alami tetapi pelayaran sekoci hidupku masih puanjanggg dan penuh rintangan. Aku tidak ingin hidupku mengalir begitu saja terseret arus terkadang kita harus melawan arus, bisa jadi ujung seberang sana adalah jurang.

    Sudah 22 tahun dan aku kan terus bersyukur kepada Allah swt. masih memberiku kesempatan tiap pagi untuk membuka mata dan menghirup udara segar. Allah Maha Kuasa, mudah bagi-Nya untuk membuat ku tertidur tidak hanya semalaman suntuk tapi untuk selamanya. Karena itu, hidup adalah kesempatan dan hanya orang-orang yang tidak berpikir saja yang tidak menggunakan kesempatan tersebut sebaiknya-baiknya.

Terima kasih juga kepada kalian atas doa yang kalian panjatkan kepada-Nya untukku. Aku harap kalian tidak hanya mendoakan ku hanya pada tanggal 1 april saja atau setahun sekali, tetapi bawalah diriku dalam doa kalian saban harinya. Seperti yang ku lakukan, mendoakan saudara-saudari muslim ku dimana pun berada atas kebaikan, kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Maaf aku tidak bisa menerima “karangan bunga” selamat untuk bertambahnya umur ku, sebaliknya usiaku makin berkurang.

Umurku masih 22 tahun, masih seperkian perjalanan dibandingkan hidup manusia yang sebentar. []peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s