Bocornya Atap Negeri!

    Tiap kali hujan pasti kontrakan keluberan air. Sudah begitu solusi untuk mengatasinya terpaksa dengan di pel dan memakai sistem emberan (di tampung pakai ember). Memang bukan solusi cerdas melihat penghuni di dalamnya adalah para mahasiswa. Mungkin kami bisa memecahkan algoritma yang sulit, mampu membuat desain gedung pencakar langit, tapi menambal atap yang bocor itu bukan kompetensi kami. Setidaknya kami sudah tahu problem mendasar melubernya air gara-gara atap yang bocor dan kami tahu orang yang tepat untuk menambalnya.

    Sistem emberan kayaknya tidak hanya kontrakanku yang pakai, sampai lembaga tingkat pemerintahan pun doyan memakainya.

    Banyaknya kasus korupsi yang terjadi, solusi yang diberikan adalah dibuatnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menjamurnya kasus suap di kejaksaan, kemudian dibuat Satgas Hukum. Solusi yang diberikan hampir sama dengan sistem ember. Tiap ada masalah maka dibuat penampungnya tanpa diketahui permasalahan yang bocor ada dimana.

    Kasus korupsi, persoalannya mudah sekali. Berdasar buku Ilusi Negara Demokrasi (2010) menyebutkan salah satu penyebab maraknya pejabat yang korup adalah mahalnya pemilu demokrasi. Tidak sedikitnya modal yang dibutuhkan untuk menduduki sebuah jabatan mulai aparat desa, bupati, gubernur, ketua partai sampai presiden. Membuat pejabat yang baru jadi, kemudian mencari dana untuk menambal biaya kampanye kemarin. Belum lagi modal untuk persiapan pemilihan berikutnya.

    Kalau pejabat lebih sibuk untuk mencari modal, terus kapan bekerja untuk rakyat? Nah lho, kekuasaan adalah memupuk modal sebanyak-banyaknya. Dalam demokrasi kebebasan untuk memperkaya diri itu sah-sah saja.

    Jika melubernya air di kontrakan gara-gara atap yang bocor. Melubernya masalah dalam negeri ini, tidak lain karena bocornya sistem demokrasi. Bedanya, bocornya demokrasi sudah parah. Dibalut dua lapis softex tetap aja masih bocor, mau tidak mau harus diganti. Diganti dengan apa? Sistem yang paripurna yaitu Sistem Islam. Islamisasi adalah pembebasan, pembebasan dari kedaulatan di tangan manusia
bodo kepada kedaulatan di tangan Allah SWT Pemilik Sumber Hukum. [dnk]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s