Bebaskan Ekspresimu!

    Ketika berjalan kaki ke kampus, seorang wanita berkrudung lebar menyalipku jaketnya bertuliskan Islam Is My Way. Berselang kemudian dari arah berlawanan seorang pria mengendarai sepeda motor bebek, terlihat di kaos hitam nya gambar tengkorak kambing dengan tulisan Lamb Of God diatasnya.

    Kedua orang tadi yang aku temui adalah contoh bentuk kebebasan berekspresi dengan memakai kaos atau jaket propagandis. Sah-sah saja menurut ku!

    Ngomongin kebebasan barangkali tidak lepas dari Demokrasi. Demokrasi menjamin 100% kebebasan berpendapat dan berekspresi. Jelas sekali nilai kebebasan merupakan nilai yang dijunjung tinggi dan dibela mati-matian oleh demokrasi. Sedangkan lawan dari demokrasi berarti bentuk ketotaliteran.

    Masalahnya kemudian, mengapa seseorang yang mengekpresikan identitas keyakinannya cenderung terjadi pertikaian? Jika benar demikian lebih baik tiap orang tidak perlu menunjukkan ekspresi keyakinannya!

    Misalnya saja yang terjadi di negeri barat, pemakaian jilbab di anggap sebagai bentuk penindasan bagi hak perempuan. Sedangkan seniman yang menggambar karikatur Nabi SAW sebagai bentuk kebebasan bereskpresi, dikecam oleh umat muslim. Atau contoh lainnya pelarangan film Fitna    karya Geert Wilder, Film yang menggambarkan islam telah mengurangi kebebasan dan ajaran Muhammad tidak cocok dengan kemoralan Barat.

“Makin banyak islamisasi akan berarti berkurangnya kebebasan kita, akan mengurangi hal-hal yang kita junjung tinggi di Belanda dan di sebuah negara demokrasi” Pesan Wilder pada waktu itu.

    Jika banyaknya pertikaian kemudian kebebasan berekspresi dianggap tidak perlu? Aku jelas gak setuju. Apa jadinya dunia ini tanpa hal yang inovatif dan kreatif. Dunia akan jumud, stagnan, membosankan (meskipun dunia ini memang membosankan).

    Kendalanya adalah kebebasan yang diagungkan oleh demokrasi adalah omdo alias omongannya doang! Demokrasi memang menjamin kebebasan tapi kebebasan yang sejalan dengan paham sekulerisme demokrasi. Dimana bentuk kebebasan bagi wanita muslimah yang hanya ingin menjalani perintah agamanya. Sedangkan gadis barat dengan bebas memakai atribut hiasan dan pakaian, atau bebas berpakaian atau tidak sebagai hak mereka mengekpresikan diri.

    Pelarangan film Fitna atau pengecaman terhadap seniman penggambar karikatur Nabi SAW, tidak bisa dikatakan islam mengekang kebebasan berekspresi! Apa yang dilakukan oleh seniman barat atau Wilder lakukan itu bukan sebuah kebebasan bereskpresi tapi sebagai kebebasan untuk menghina dan melecehkan.

    Selama yang ku pelajari, islam tidak pernah melarang umatnya untuk mengekpresikan diri asal tidak melanggar syara’ (Quran dan sunnah). Bahkan islam menjamin kebebasan berpendapat dan bereskpresi. Aku pikir pemeluk agama lainnya juga seperti itu, bebas berekspresi selama koridor norma agama dan sosial yang berlaku. Islam tidak mencampuri bentuk pengekspresian diri dari pemeluk agama lain, kalau agamanya tidak melarang seorang cewek cuman memakai kutang dan sehelai CD di pantai. No urusan! untukmu agamamu, Untukku Agamaku. [dnk]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s