Pengusaha atau Penguasa?

    Kuliah enterpreuner membanting pemahaman ku sebelumnya. Sebagian orang (termasuk aku nya) menganggap untuk memulai usaha hal pertama yang dibutuhkan adalah uang. Jika tidak mempunyai cukup uang, menjadi seorang pengusaha hanyalah mimpi di siang bolong. Sayangnya pemahaman tersebut tidak semuanya benar.

“Modal awal untuk menjadi seorang pengusaha adalah KEMAUAN!” kata dosen ku. Awalnya kata-kata tersebut sukar dipahami tetapi kemudian menjadi renyah, serenyah wafer Tango ketika teringat dengan temenku, seorang pengusaha café sukses tanpa uang sepeser pun. Meski tergolong mahasiswa elit (ekonomi sulit), kemauan dan kerja keras nya dibayar dengan diberi modal untuk mengelola café dan resto. Omzetnya sekarang sekitar 600ribu per hari.

But, there is no free lunch. Ada imbalan yang harus dibayar. Enaknya jadi pemodal, meski kerjanya hanya tidur, tetap dapat bagian.

    Pemerintah harus berterima kasih kepada para pemodal, kepada para pengusaha. Ada pengusaha baru maka ada lapangan kerja baru. Yang paling di untungkan tentu saja Pemerintah, banyaknya pengangguran yang tidak terserap akibat ketidakbecusan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja. Para aktifis yang kritis tentu menyadari hal tersebut. Kesenjangan ekonomi, fasilitas umum yang tidak memadai, biaya hidup yang semakin mahal, angka kriminalitas yang semakin tinggi, merupakan efek dari kebijakan yang tidak pro rakyat. Dibandingkan menjadi pengusaha, menjadi penguasa akan lebih mengena karena kedaulatan berada di tangan penguasa.

    Menjadi penguasa, bermodal niat jelas tidak cukup. Jika menjadi pejabat sekedar membutuhkan uang 10 juta, menggadaikan sepeda motor tidak menjadi persoalan sebagai bentuk pengorbanan. Masalahnya dana yang dibutuhkan sampai Miliaran rupiah. Mendanai sendiri sepertinya tidak mungkin. Perlu sponsor untuk membantu membiayai prosesi kampanye yang sangat mahal. Kembali peran pemodal alias pengusaha dibutuhkan.

But, there is no free lunch. Ada imbalan yang harus dibayar. Kalau bukan uang, setidaknya kebijakan-kebijakan yang bisa diperdagangkan dan menguntungkan perusahaan.

    Penguasa bisa membuat kebijakan sedangkan pengusaha bisa mempengaruhi kebijakan. Mana yang akan dipilih, pengusaha atau penguasa? Enaknya jadi rakyat aja karena kekuasaan berada di tangan rakyat untuk melawan pejabat. Gitu aja kog repot! [dnk]


(Persekutuan Pengusaha Dan Penguasa)

2 thoughts on “Pengusaha atau Penguasa?

    • Hmm dlm islam, kekuasaan berada di tangan rakyat, rakyat dapat memilih seorang penguasa (khalifah) utk memimpin negara.. msalahnya sapa yg suruh, kedaulatan berada di tangan rakyat.. @_@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s