Skripsiiii… uuu skripsiiii!… Alhamm..du……lillaahh…

Saya yang sekarang nampaknya berbeda dengan saya seminggu yang lalu atau satu bulan yang lalu. Ketika membuka MS-Word, Notepad atau Wp-admin biasanya ada tulisan yang bisa saya telurkan meskipun cuman 2 hari sekali. Saat itu menulis begitu menyenangkan disamping memisuhi para pejabat koruptor. Sayangnya kenikmatan menulis ini tidak menular untuk menulis yang lebih serius dan ilmiah yaitu Skripsi.

Saya sepenuhnya memahami bahwa semua manusia akan mati dan semua mahasiswa pasti akan skripsi. Tetapi kuliah selama 7 semester tampaknya belum bisa menyelamatkan para mahasiswa untuk mudah lulus skripsi, setidaknya itu yang saya rasakan. Menemui doi (dosen pembimbing), revisi, cari data, penelitian, seminar dan sidang, menjadi menu wajib bagi para skripsiper. Kenapa mereka melakukan semua itu? tidak lain tidak bukan hanya untuk LULUS. Seperti kata pepatah, skripsi pangkal lulus kalau tidak mengerjakan skripsi ya tidak lulus.

Memang tidak ada yang salah dengan kata LULUS. Lulus skripsi berarti memakai toga, menenteng ijazah kemudian berfoto dengan teman satu angkatan dan yang paling membanggakan dilihat oleh kedua orang tua (dan orang sekampung, bagi yang ikut) ketika Wisuda. Hal tersebut tinggal menunggu waktu saja apabila dinyatakan lulus skripsi. Untuk itu beberapa mahasiswa telah menentukan target waktu kelulusannya. Target waktu ini bisa menjadi persoalan ketika mahasiswa tersebut lebih mengkhawatirkan bagaimana bila dia tidak lulus tepat waktu seperti yang telah ditargetkan sebelumnya. Dibandingkan fokus supaya skripsi nya bisa berjalan dan tentunya dapat bermafaat bagi masyarakat nantinya.

Akhirnya mahasiswa terlalu serius dengan persoalan skripsinya dan tanpa sadar mereka akan menggeser titik fokusnya sebagai social kontrol. Rencana pencabutan subsidi BBM, kasus korupsi yang tutup lubang gali lubang, foya-foya anggota dewan terhormat, sumber daya yang digilas oleh asing hingga pencabutan perda miras tampaknya hanya menjadi angin lalu saja bagi sebagian mahasiswa. Padahal dibutuhkan peran aktif mahasiswa untuk mengontrol kebijakan pemerintah supaya tetap berjalan pada rel yang benar.

Memang kita harus serius dalam mengerjakan sesuatu termasuk skripsi (ß
advicetomyself). Tapi jika sudah mentok dan tidak ada ide yang mengalir lagi, cobalah untuk berhenti sejenak. Menonton kegilaan kambing-kambing “Shaun the Sheep” lebih dari cukup untuk membuat kamu tertawa. Atau lihatlah salah satu adegan “Indiana Jones” di jembatan gantung Banten,supaya semangatmu tersulut. Masih belum berhasil! ingat, KAMU GAK SENDIRIAN! [dnk]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s