MESTAKUNG: Madura Punya!

    Masih ingat dengan film “Mestakung” yang disutradarai John De Rantau yang pernah menyutradarai film Obama Anak Menteng. Film ini menceritakan tentang seorang anak asal Pulau Garam, Madura yang pandai di bidang fisika. Meskipun saya belum menonton film Mestakung, setidaknya saya sudah membaca buku yang kemudian menginspirasi pembuatan film tersebut. Apalagi kalau bukan buku “Mestakung : Rahasia Sukses Meraih Impian” karya Prof. Yohannes Surya atau akrab dipanggil Prof Yo.

    Awalnya saya berpikir buku ini sama dengan buku The Secret karya salah seorang perempuan berpengaruh, Rhonda Byrne, terkenal dengan idenya ide “The Law Attraction” atau Hukum Daya Tarik. Intinya hukum tersebut menyatakan saat kita memikirkan sesuatu sesungguhnya kita sedang menarik sesuatu tersebut ke arah kita, alam semesta akan mengatur kesuksesan atau sebaliknya sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Teori yang menurut saya perlu dkritisi karena menihilkan keberadaan Yang Maha Pencipta. Bagaimana dengan teori Mestakung? Ada persamaan yaitu bagaimana seorang dapat mencapai kesuksesan tetapi dasar teorinya berbeda. Mestakung menggunakan teori Self Organizing Criticality (SOC). Apa itu SOC? silakan baca sendiri di bukunya hehe. Intinya teori Mestakung masih mempercayai campur tangan Sang Maha Pencipta.*

    Terlepas dari hal diatas, ada yang menarik dari buku tersebut dan berhubungan dengan bangsa Madura. Pada tahun 1992, Prof Yo yang pada saat itu masih tercatat sebagai mahasiswa S2 di Amerika Serikat, mulai mendedikasikan dirinya bersama teman-temannya untuk mengajar siswa-siswi Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad atau IPhO). Dari polesan tangan Prof Yo kemudian lahir “ilmuwan-ilmuwan” kecil yang mencatatkan nama Indonesia dengan tinta emas di ajang IPhO yang bergengsi tersebut. Puncaknya pada tahunn 2006 pada penyelenggaran IPho ke-37 di Singapura, Indonesia dinobatkan sebagai Juara Umum (Absolute Winner) dengan meraih 4 emas dan 1 perak. Salah satu peraih emas tersebut tidak disangka adalah putra daerah yaitu Andy Octavian Latif.

    Kesuksesan Andy Latif ini tentu suatu saja pencapaian luar biasa, bagai siraman air hujan di tengah keringnya tanah Madura. Saya masih ingat waktu itu saya masih kelas X SMA, mas Andy disambut bak Pahlawan dibawa konvoi di jalanan kabupaten. Jadilah mas Andy ini menjadi artis dadakan, beberapa kali dia diundang di beberapa radio lokal. Barangkali ketenarannya dia seperti tenarnya “Alamat Palsu”-nya Ayu Ting Ting. Dimana-mana kalau anda berada di dekat radio, tidak lengkap rasanya kalau tidak diputarkan lagu Alamat Palsu. Perbedaannya kalau Ayu Ting Ting sekali naik panggung dibayar 30 Juta, sedangkan Andy Latif masih susah payah dengan kuliahnya.

    Patut disyukuri, pulau Madura telah diberikan SDA yang melimpah dan SDM yang pintar seperti Andy Latif. Seharusnya mantan Kepala Sekolah SMA 1 Pamekasan, meralat perkataannya sendiri. Pada pidato kesuksesan Andy Latif, beliau mengatakan, “Seperti Andy Latif ini hanya terjadi 100 tahun sekali”. Terbukti hipotesnya salah besar karena 4 tahun kemudian dari pulau ini kembali mendulang emas di even yang sama*. [] INQILABI LSM-ITS

Referensi :

* Surya, Yohannes. 2011. Mestakung : Rahasia Sukses Meraih Impian. ISBN : 978-602-8994-59-0

** Jika anda seorang muslim, Baginda Rasulullah SAW pernah bertutur tentang kekuatan sebuah doa, Do’a itu senjata kaum mukmin.

*** Mohammad Shohibul Maromi, peraih emas IPhO ke-41 yang diselenggarakan di Zagreb, Kroasia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s