Berzina dengan Ibu Sendiri atau Kekal di Neraka?

    Setelah dipikir-pikir, judul tulisan saya kali ini merupakan judul ter-serem sepertinya dibandingkan judul tulisan-tulisan saya sebelumnya. Tapi tidak apa-apa, karena kali ini membahas suatu perbuatan yang hukumnya cukup membuat merinding yaitu tentang RIBA‘.

    Bagi saya yang mau terjun ke dunia business, tidak ada salahnya membuka kitab-kitab ekonomi. Disana saya dapat informasi tentang riba. Menurut Yusuf dalam bukunya “Bisnis Islami dan Kritik atas Praktik Bisnis ala Kapitalis”, menyatakan bahwa riba adalah mengambil harta dengan menukarkan harta yang sejenis dengan saling berlebih. Sedangkan hukum riba adalah HARAM, berdasarkan QS. Al Baqarah ayat 275, “..padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

    Sebelumnya, jika anda berpikir masalah riba adalah masalah kecil, masalah sepele atau ah paling dosanya kecil. Sebaiknya anda dengarkan sabda baginda Rasulullah SAW, “Di dalam riba itu ada sembilan puluh sembilan pintu dosa. Yang paling ringan darinya adalah seperti seorang anak laki-laki yang menzinahi ibu kandungnya sendiri”. Coba pikir! berzina saja termasuk dosa besar. Apalagi berzina dengan ibu sendiri, berlipat-lipat kuadrat dosanya.

    Masih belum merinding? masih belum takut? perhatikan ancaman Allah SWT pada penghujung ayat Al Baqarah 275, “… maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal didalamnya”. Jika sudah faham hukumnya riba tapi tetap saja mengulang-ulang melakukannya. Sepertinya tidak ada dosa yang lebih berat lagi, melebihi dosanya orang yang dimasukkan ke dalam neraka selama-lamanya.

    Riba itu berbagai macam jenisnya, lantas apa saja jenisnya? Silakan baca sendiri bukunya hehe. Tapi saya beri bocoran, deposito bank (menyimpan uang di bank) bisa termasuk haram lho. Deposito bank merupakan akad hutang. Kepemilikan uang yang didepositokan berpindah kepada bank. Bank kemudian berhak untuk mengkonsumsinya atau menggunakannya meskipun bank menjamin deposito itu. Hal tersebut termasuk hutang ribawi yang haram.

    Tips bagi anda pelaku bisnis jika ingin bisnis anda barokah, yaitu segera tutup lah rekening bank konvensional anda. Untuk berbagai kebutuhan, dipersilahkan membuka rekening di bank yang dapat menghapus item riba atau nisbah (istilah yang biasa digunakan bank syariah untuk menyebut bagi hasil). Beberapa bank yang bisa menghapus atau tidak memasukkan nisbah ke dalam rekeningnya seperti Bank Muamalat, BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. Bagaimana bisnis anda untung, bisnis pun berkah bukan! [] INQILABI LSM-ITS.

 

Referensi :

* An-Nabhani, Taqiyuddin. 2010. Sistem Ekonomi Islam. Al Azhar Press. ISBN 9793118-72-5

** as-Sabatin, Yusuf. 2011. Bisnis Islam dan Kritik atas Praktik Bisnis ala Kapitalis. ISBN 979311874-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s