Retorika atau Tulisan?

“Setiap gerakan besar di dunia ini dikembangkan oleh ahli-ahli pidato dan bukan oleh jago-jago tulisan.” (Adolf Hitler)

    Tidak disangka Jenderal Perang yang sudah mati beberapa dekade lalu, kata-katanya masih memberikan shock therapy, setidaknya itu yang terjadi pada saya. Tulisan bisa setajam silet! itu pemahaman saya pada awalnya, mungkin saya perlu mengoreksinya lagi. Menguyah kata-kata Hitler seperti menguyah permen nano-nano, rasanya campur asem manis bahkan kadang tidak berasa. Tapi setelah melumatnya, saya pikir kata Hitler sedikit benarnya juga.

    Simaklah sejarah dunia, bukankah kebangkitan suatu bangsa atau negara karena ada tokoh hebat di dalamnya. Tokoh hebat yang mempunyai kemampuan berbicara yang sangat dahsyat. Siapa yang tidak kenal Bung Karno, dengan pidatonya mampu membius rakyat Indonesia untuk melawan penjajah. Soekarno mampu membakar semangat perjuangan untuk mengusir penjajah. Hebat bukan!

    Dari Amerika ada FD Roosevelt, Presiden AS ke-32. Kata-katanya yang terkenal yaitu “Satu-satunya hal yang harus ditakuti adalah ketakutan itu sendiri”. Siapa sangka dari kata-katanya tersebut mampu menghapus rasa takut dan dapat membangun kembali semangat serta rasa percaya diri rakyat Amerika yang sebelumnya hancur lebur diterjang krisis ekonomi dunia yang menimpa AS pada saat itu.

    Sejarah juga mengenal Winston Churchil, mantan PM Inggris dan seorang politikus terbesar yang dipunyai Inggris. Dengan kepandaian retorikanya, mampu menguatkan hati rakyat Inggris ketika negaranya terlibat dua masa Perang Dunia. Pendapatnya yang saya suka darinya, “Demokrasi adalah kemungkinan terburuk dari sebuah bentuk pemerintahan”. Lima jempol untuk pakde Churchil!

    Belum cukup, masih ada Kemal Attaturk, Penguasa Turki. Dengan kemampuan retorikanya telah menjagal Kekhilafahan Islam. Kemampuan pidatonya yang hebat dan kekuatannya untuk membungkam lawan-lawannya, mampu meruntuhkan daulah yang kekuasaannya meliputi dua pertiga dunia dan sangat ditakuti oleh negara-negara sejagad.

    Luar biasa hanya dari mulut orang-orang yang memiliki kemampuan berbicara, perubahan besar dapat tercipta. Tapi percuma jika sekedar retorika kosong belaka, retorika yang tidak mempunyai konsep yang jelas hanya melahirkan kebangkitan yang prematur. Seperti kata Voltaire, “aku tidak mempunyai pedang tapi aku mempunyai pena”. Dari pena Voltaire kemudian muncul gagasan cemerlang yang mampu menyulut aksi Revolusi Prancis pada tahun 1789, yang selanjutnya menyebar ke seluruh kawasan Eropa. Lantas apakah saya mencitakan tulisan seperti Voltaire yang dikenal Bapak Pemikiran Bebas Revolusioner ? Itu bukan urusanku. Urusanku adalah menulis apa yang ada dipikiranku. [dnk]

 

Referensi :

* Triono, Dwi Chondro. 2011. Ilmu Retorika Untuk Mengguncang Dunia. ISBN: 978-979-97937-3-7

** Kunjungi, www.petapemikiran.wordpress.com/bukukeren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s