Monyet dan Dewan Terhormat

    Terlepas teori mister Darwin yang menyatakan nenek moyang manusia adalah bangsa kera, tulisan kali ini meskipun membicarakan manusia dan monyet tetapi saya tidak akan membahas kalau nenek moyang Darwin ternyata monyet.

    Saya pikir kesamaan manusia dan monyet yaitu sama-sama suka makan pisang, benar gak? perbedaaanya hanya saja dari jaman mbah buyutnya monyet sampe jaman cicit buyut monyet, mereka tetap aja makan pisangnya gitu-gitu aja. Tinggal buka kulitnya dan langsung luups..! Beda kali dengan manusia. Ketika dia dikasih pisang, dengan bermodalkan akal manusia mampu memodifikasi pisang menjadi berbagai macam kuliner. Ada pisang goreng, molen kotak, kolek pisang, bahkan kulitnya pisang bisa di ubah menjadi keripik kulit pisang. Hmm maknyuss!

    Tapi dasar manusia, rakusnya bukan main sampe kulit pisang aja di embat hihi. Memang manusia itu rakusnya bukan main, gak percaya! coba deh monyet dikasih pisang, mau ya. Kalau dikasih durean, sate, dsb, hmm monyet gak mau. Gimana kalau manusia? dikasih pisang, mau dong. Dikasih durean, enak tuh! Sate, mantapz! Kalau emas, wah beneran neh? berlian, apalagi yang ini pasti mau! kalau minyak, ok entar jadi raja minyak! Ok kalau Aspal mau gak, Aspal? Ok gak apa-apa buat bikin jalan tol. Waduh..!!!

    Tu kan manusia memang gak ada puasnya, mungkin bisa lebih parah daripada macan. Kalau macan emang rakus ketika melahap mangsanya. Tetapi kalau dikasih pisang, emoh lah. Nah yang kayak gini ni, manusia bisa jadi gak ada bedanya ama hewan. Manusia yang lebih suka ngikuti hawa nafsunya. Dasar hewan!

    Eh sori, jangan marah kalau dikatakan hewan, yang ngasih lebel hewan mah bukan saya tetapi sesuai ama firman Allah dalam surat al-A’raf : 179 yang artinya: ”

Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang lalai.”

    Kalau kita merasa beda ama monyet, macan, binatang ternak atau sebangsa lainnya, tunjukin dong kita sebagai manusia punya akal untuk mengendalikan hawa nafsu. Saya harap ayat dia atas gak mencerminkan orang-orang di Dewan Terhormat. Dengan penghasilan minimal Rp 51 Juta per bulan, anggota Dewan Terhormat masih meloloskan tender senilai Rp 841.500.000 untuk sebuah Proyek Pengadaan Makanan / Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh bagi anggotanya. Belum cukup juga, 2M untuk toilet dan 20M untuk Renovasi ruang rapat anggota banggar. Nah tu kan Dewan Terhormat itu..?? [dnk]

 

Referensi :

* Luky dan Hafidz.2011. Light Up Your Life. Al Azhar Fress Zone.

** deiknews.com, 17/1/2012

** kunjungi, www.petapemikiran.wordpress.com/bukukeren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s