Salah Hitung

          Di negara ini tampaknya pekerjaan yang paling terhormat adalah sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namanya saja “Perwakilan” yaitu orang-orang yang dipilih oleh rakyat untuk mewakili dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Bayangkan saja bagaimana perasaan anda apabila ribuan atau bahkan jutaan penduduk indonesia kemudian memilih anda untuk mewakili mereka, tentu bangga bukan? Anda mewakili impian rakyat kecil  untuk mempunyai rumah sendiri, mobil mewah, ruang ber-AC. Mewakili bapak/ibu yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah berkualiatas. Mewakili para pengusaha yang menginginkan perdagangan bebas. Ya anda mewakili itu semua, hebat bukan!

          Tapi berita akhir-akhir ini, bukannya memberikan angin segar kepada rakyat malah angin topan yang menjitak kepala mereka. Bagi yang masih berpikiran waras tentu terkaget-kaget melihat betapa fantastisnya proyek-proyek di DPR dengan nilai yang sangat tinggi namun dengan tujuan yang sangat tidak masuk akal. Misalnya saja untuk perawatan gedung DPR dianggarkan 500 miliar rupiah. Renovasi ruang rapat anggota banggar DPR, tendernya sampai 20 miliar. Renovasi lainnya seperti toilet dan tempat parkir masing-masing 2 miliar dan 3 miliar. Tidak kalah untuk menyambut tahun 2012, DPR mencetak kalender 2012 dengan biaya 1,3 miliar rupiah. Oya ada lagi anggaran 598 juta untuk memberi makan rusa-rusa yang ditempatkan di sekitar gedung DPR.

          “Jangan negatif thingking dulu bro, anggota DPR kan bekerja untuk mewakili rakyat. Mereka seharusnya diberi fasilitas memadai agar hasil kinerjanya juga bagus!”

          “Ya betul Om. Kondisi kerja yang nyaman dan mendukung tentu mempengaruhi produktifitas kerja seseorang. Tapi apa hubungannya antara kerja dengan rusa Om. Apalagi memelihara rusa, bukannya di kebun binatang malah disana, pantesan disana banyak tahinya. Anggarannya kebanyakan Om, gak tw hitungan matematika ya?”

          “Lho kalau saya pintar matematika, saya mungkin udah jadi dokter, insinyur atau pilot Bro!”

          “Maksudnya gimana Om?”

          “Kalau saya jago matematika tentunya saya bisa menghitung dosis obat, kekuatan bangunan atau tinggi terbang yang memang perlu berhitung yang cepat dan akurat. Nah buat yang nilai matematikanya jeblok, lebih memilih opsi menjadi politisi, orang partai, anggota DPR atau kepala daerah. Buktinya mereka salah hitung mengenai perolehan suara atau salah perhitungan ketika membuat peraturan privatisasi kekayaan alam. Tapi kalau saya beda Bro!”

           “Beda gimana Om, perasaan sama aja?”

           “Matematika mah sudah hafal luar kepala Bro. Menambah (beban pajak), mengurangi (subsidi), mengalikan  (gaji) dan yang agak susah membagi (untuk rakyat), anggota DPR ahlinya!”

          “Alamak pantesan salah itung, hihi!”[dnk]

 

Referensi:

* deiknews.com, 17/1/2012

** Amhar, Fahmi. 2011. TSQ Stories.

** kunjungi, petapemikiran.wordpress.com/bukukeren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s