Dunia Peniruan

Ada yang menarik perhatian saya ketika membaca buku tentang penulisan. Diceritakan bahwa penyair Chairil Anwar menjiplak sajak-sajak penyair Belanda. Tapi ada yang beranggapan, bisa jadi Beliau terinspirasi sajaknya penyair Belanda mengingat Beliau dikenal dekat dengan penyair Belanda. Terlepas benar atau tidak, toh Chairil Anwar sampai sekarang masih dikenal sebagai penyair besar. Kemudian terbesit dalam pikiran saya, nantinya kalau saya membuat suatu tulisan, apakah saya akan dianggap menjiplak tulisannya Dahlan Iskan, Umaryono Purworahadjo atau an-Nabhani. Mengingat dari tulisan-tulisan beliau lah saya terinspirasi. Jujur saya akui saya mencoba meniru tulisan mereka mulai gaya bahasa bahkan sampai taraf pemikiran. Tapi bukannya semua orang seperti itu juga, bukannya dunia ini merupakan dunia peniruan. Dosen yang mengajar dulunya meniru dosen sebelumnya. Seorang anak tumbuh dan berkembang karena meniru orang tuanya. Kabar bagusnya dunia ini tidak harus menjiplak. Apa jadinya dunia ini harus semuanya dibuat persis sama, tentu membosankan bukan! Sedangkan kita sebagai seorang muslim diperintahkan meniru sunnah Rasulluhlah SAW. Rasulullah tidak minum khamar, kita menirunya untuk tidak meminum juga. Rasulullah sedikit-sedikit sedekah sedikit-sedikit berinfak, kita jangan sedikit sedekahnya. Rasulullah membangun daulah, Sudahkah kita menirunya? []dnk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s