Bukan Sekedar Hipotesa, Gemuklah!

Tiap orang khususnya mahasiswa mempunyai tempat untuk jejaring sosial. Bisa di Perpus, Ruang Hima, Kantin Kampus, Warung Cangkruaan, dsb. Tapi tempat favorit bagi saya adalah masjid kampus. Tempatnya strategis berada di depan jantung kampus (rektorat). Masjid ini dikelilingi oleh pohon besar yang rindang sehingga di dalam majid sangat sejuk (menurut saya ada tidaknya pohon, dimana-mana masjid tetap memberikan “kesejukan”, betul!). Disini di tiap pojok sudut masjid dengan mudah ditemui mahasiswa yang sedang menghafal Quran atau sekedar membacanya. Terlihat juga beberapa kelompok mahasiswa yang membentuk barisan melingkar, ya mereka sedang mentoring atau halaqah. Malah di masjid saya sering berjumpa dengan presiden BEM kampus. Tetapi ada juga dijumpai mahasiswa yang memanfaatkan sejuknya masjid, mulai untuk tidur-tiduran sampai tidur di serambi masjid (termasuk saya sendiri hehe).

Seperti awal-awal saya singgung, masjid juga menjadi tempat jejaring sosial, tempat untuk mencari “kontakan” atau sekedar bertukar pikiran sesama aktivis dakwah. Kali ini saya bertemu dengan 2 kawan yang istimewa atau termasuk langka. Kenapa istimewa, kenapa langka itu karena dari semua teman seangkatan, mereka berdua sudah mengikat pasangan hidupnya masing-masing. Beberapa lama tidak bertemu, tampak ada yang berbeda dengan mereka. Ya mereka sekarang tambah gemuk! Setelah saya tanyakan apa rahasianya, pada dasarnya mereka menjawab sekarang mereka bisa makan lebih teratur (3x sehari). Masuk akal juga mengingat saya sendiri untuk makan teratur aja susah makanya tetep-tetep wae.

Kejadian di masjid mengingatkan akan pertemuan saya dengan dokter muda Taqim beberapa hari yang lalu di suatu acara, kebetulan dia jadi tim kesehatannya. Saya menanyakan obat supaya cepat gemuk? akhir-akhir ini saya memang agak sensitif dengan masalah ini. Bukannya kenapa, saya hanya tidak ingin mengkhawatirkan seseorang di rumah apabila pulang nantinya. Terus apa jawaban dari dokter yang baru lulus ini, “Ada, obatnya NIKAH!”. kemudian dia menjelaskan hipotesanya kepada saya yang mulai menggerutu. “coba liat ustad A sekarang dia lebih gemuk bukan?”. “Bukannya ustad A dari dulu memang udah gemuk ya!” batin saya waktu itu. Tapi sekarang terbukti hipotesanya bukan isapan jempol belaka. Lantas apakah saya akan menikah supaya bisa “perbaikan gizi”? saya jawab, karena saya pengikut Rasulullah SAW tulen maka saya akan menikah pada umur 25.. []dnk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s