KMII : Gadis Kecil Penjual Krupuk..

Jam dinding di GOR Basket Kertajaya sudah menunjukkan angka jam 1 dini hari tapi di dalam GOR panitia masih sibuk untuk persiapan Kongres Mahasiswa Islam Jawa Timur yang tinggal menghitung menit pelaksanaanya. Mulai dari sound, panggung, kursi undangan, backdrop masih terus dikejar pekerjaannya (efek dari Gor Kertajaya baru bisa diakses diatas jam 8 malam). Terlihat juga tim teatrikal masih latihan. Tinggal MC dan kedua Host yang terlihat menyimpan tenaga untuk besok setelah seharian menghabiskan suaranya. Sedangkan aku sendiri segera bergegas kembali ke kontrakan untuk mencetak beberapa form acara. Jalanan tampak sepi kontras dengan siang harinya yang selalu dilewati mobil mewah berlalu lalang di komplek perumahan elit Kertajaya. Di tepi rambu lalu lintas, terlihat kejauhan ada seseorang yang beraktivitas di jam dimana serorang satpam tertidur. Ternyata seorang gadis kecil, ditangan mungilnya menenteng krupuk. Aku menoleh sekeliling dan hanya dia sendiri disana. Ketika berhenti di lampu merah, si gadis kecil menawarkan krupuknya. Bergegas ku ambil uang yang bisa kuambil di kantong, kuberikan kepadanya. “Dek, kog belum pulang?”. Tidak ada jawaban dari bibirnya tapi air mata yang mengalir di pipinya sudah menjelaskan lebih dari seribu kata-kata. Adik kecil itu pergi beralih kebetulan ada mobil di belakang. Sekilas ku sadari kesalahanku. Bodoh! kenapa tidak aku tanyakan saja “Kenapa engkau menangis dek, apa yang bisa aku bantu untuk menyeka air mata mu”. Kenapa.. kenapa.. dada ini pun mulai terasa sesak bersamaan dengan menitiknya air mata.

***

Para peserta KMII mulai berdatangan bahkan utusan dari Jember sudah di Sby semenjak subuh tadi. Dengan membawa bendera al liwa ar royah dan spanduk besar, mereka jelas datang kesini bukan untuk duduk manis sambil menikmati pemaparan pembicara tapi lebih dari sekedar itu. Terlihat tempat duduk mulai terisi penuh, terutama di tribun nisa’. Lagu nasyid perjuangan mulai dilantunkan, diiringi kibaran ar royah dan al liwa dari peserta kongres tampak pemandangan yang tidak biasa. Host KMII kemudian membuka acara, padahal sebelumnya salah satu host sempat muntah. Dan dari apa yang kulihat, terlihat jelas muka host satu ini tampak pucat. Tapi entah apa yang terjadi, saat dia diatas panggung pekikan takbirnya telah membakar para peserta.

Pekikan takbir dan teriakan “khilafah” dari para mahasiwa mulai membuat ruang Gor bergemuruh. “KHILAFAH.. KHILAFAH.. KHILAFAH..” terus didengungkan oleh ribuan mahasiswa pejuang khilafah yang hadir. Disaat itulah dan memang tidak bisa dibendung lagi, air mata ini mengalir begitu saja. Teringat akan perjumpaan si gadis kecil penjual krupuk. Pikiran ini seolah terbang melayang melihat masih banyak diluar sana anak-anak seperti gadis kecil penjual krupuk bahkan nasibnya lebih buruk lagi. Membayangkannya membuat hati ini kembali sesak dan air mata memenuhi mataku. “KHILAFAH.. KHILAFAH.. KHILAFAH..” gadis kecil apa kau mendengar teriakan rindu kami akan sosok khalifah, sosok seperti khalifah Al Mu’tasim Billah, demi menyahut seruan seorang muslimah yang dilecehkan oleh orang Romawi. Sang Khalifah memerintahkan puluhan ribu pasukannya untuk menyerbu kota Ammuriah (Turki). Gadis kecil, khalifah nanti tidak akan membiarkan gadis kecil seperti engkau menangis karena tidak punya sesuap nasi. Seperti halnya, khalifah Umar bin Abdul Aziz yang membuat rakyatnya tidak mau menerima zakat saking sejahteranya mereka.

“Ya Alloh ampuni orang tua yang menelantarkan anak-anaknya. Ampuni juga negara yang membiarkan orang tua menelantarkan anaknya karena kesulitan dalam memenuhi hak-hak anaknya. Ya Allah semoga tiap air mata yang menetes pada si gadis kecil menjadi amal jariyah pemberat nantinya. Ya Allah betapa dholimnya kami karena menggunakan hukum selain syariah-Mu. Betapa hina-nya kami apabila tidak tunduk pada syariah-Mu. Ya Alloh ampuni kami, kami sadar apabila kami tidak melaksanakan syariah-Mu maka akan banyak gadis-gadis kecil yang akan terus menangis. Akan banyak orang tua yang terpaksa menelantarkan anaknya. Untuk itu, kami mohon kabulkan keinginan dari ribuan pemuda yang hadir disini, untuk tegaknya khilafah, untuk kemuliaan agama-Mu Ya Alloh.” []dnk

 

Selamat tahun Baru Islam, 1433 Hijriyah. Mari Kita berhijrah dari sistem kufur kembali ke Syariah-Nya. (www.petapemikiran.wordpress.com)

One thought on “KMII : Gadis Kecil Penjual Krupuk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s