Shock Culture Gara-gara CWK!

Shock culture mungkin itu yang dialami Ray ketika awal-awal menjalani kehidupan di kota metropolitan SBY (kota dengan berbagai julukan mulai kota bonex, kota dolly, kota pahlawan atau kota dengan kulinernya rawon setan, lontong balap dll). Meskipun budaya yang dilihat Ray sering ditontonnya di layar televisi tapi melihatnya dengan mata kepala sendiri tentu berbeda. Diawali ketika mempergoki seorang cewek keluar dari kamar kost cowok, pikirnya waktu itu paling tu cewek lagi bergadang kerja kelompok seperti hal nya Ray lakukan di kost temennya, tapi..?? Ada lagi saat Ray naik angkutan, cewek dengan parfumnya yang sudah menyerbak memilin rokok, jadilah aroma lavender parfumnya tercampur aroma tembakau si cewek. Ada juga Ray temui cowok kecewek-an, tapi di kampung Ray juga ada bedanya yang ini bajunya lebih uptodate. Yang banyak Ray temui adalah cewek yang memaksakan busana islam menyesuaikan dengan tubuhnya bukan sebaliknya, jadilah dia kategori berpakain tapi telanjang. Semakin kesal lagi ketika ada yang ngomong, ” lihat cewek itu berkerudung tapi kog pacaran, kelakuannya juga gak mencerminkan kerudungnya. Mendingan tidak usah pake kerudung kalau begitu”. “Nah lho yang berjilbab atau berkerudung saja kelakuannya belum benar bagaimana yang belum berkerudung. Lagian cewek yang tidak berkerudung rugi 2X dong, sudah gak pake kerudung pacaran lagi”. Kabar baiknya sampai detik ini Ray belum berjumpa dengan cowok berjilbab!

#dnk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s