Ketika Perut Cenat-cenut?

Banyak orang bilang “masa-masa yang paling indah adalah masa-masa di sekolah”,  ada benarnya juga kali ya setidaknya mengacu pada penulis yang anak kost. Bagaimana tidak, ketika pulang sekolah udah tinggal makan saja, lauknya pun tinggal milih, minumnya pun gak usah bayar, malah cemilan menunggu di depan Tv untuk disantap (kepada para pembaca harap maklum, saat menulis notes ini perut penulis sedang cenat-cenut). Sekolah adalah masa yang paling indah, emang iya? Menurut penulis akan  berlaku hukum relativitas (relatif maksudnya). Soalnya masa sekolah penulis sendiri hampir tidak dipenuhi dengan kebahagiaan.

Sekiranya ada KenJi (Jin Kendi) kemudian memberikan penawaran pada penulis untuk kembali ke masa sekolah menjadikan masa itu menjadi masa-masa paling indah? Tentu saja penulis bersedia, “Kenji bawa saya ke SMA kelas X pas pelajaran PKN”.

“Lho kog malah balik waktu pelajaran, mendingan ke tempat laye-laye aja disana bisa aselole “.

“Udah lah jin patuhi aja saya dapat nilai merah di palajaran ini atau kamu tak kembalikan ke kendi itu lagi entar?” ancam penulis.

Untungnya pelajarannya baru dimulai dan sedang menjelaskan bahwa semua agama itu benar kalau semua penganut agama menjalankan agamanya dengan baik maka masyarakat kita juga baik. “Maaf bu bagaimana ibu tahu kalau semua agama benar? apakah ibu pernah mati? apakah ibu pernah diberi tw Tuhan? atau ibu sudah membandingkan semua kitab?” dan pertanyaan lainnya yang terakumulasi di dimensi ini cukup untuk membentuk awan gelap dan membawa penulis pada dimensi lainnya. Ya penulis ingat suasana ini, zaman putih biru. Tanpa disadari penulis sedang memegang buku yang cover depannya bersimbol jantan dan betina dan bertuliskan “Kesehatan Reproduksi Remaja”. Untuk apa para remaja membaca buku ini, menikah aja belum kog sudah diberitahu tentang alat kontrasepsi. Apakah maksud anda boleh “berhubungan” asal aman dan terkendali?

#dnk

catatan awan mendung:

->  meskipun masa sekolah penulis hampir tidak dipenuhi dengan suatu ketidakbahagiaan tapi penulis tidak menyesal karena dari ketidakbahagiaan tersebut membawa hikmah yang sekarang udah terpetik.🙂

-> apakah semua agama benar, Quran menjawab “..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..” (QS. Al Maidah (5): 3)

-> menurut hemat penulis, untuk mengatasi pergaulan bebas utk apa diberitahu ttg KKR sementara dalam kehidupan sehari-hari disuguhi acara-acara televisi mulai musik, sinema, reality show, serta kontes-kontes yang memicu gejolak syahwat. Jangan salah kalau angka pemerkosaan semakin tinggi kalau standard rok mini juga makin tinggi!

– attention:  perut cenat-cenut menyebabkan pelakunya nge-fly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s