[Review] Islam, Fundamentalis & Ideologi Revolusi

Seperti mendapat durian runtuh, buku yang aku beli seharga Rp5.000 ini ternyata isinya melebihi apa yang aku pikirkan di awal. Memang dari pertama kali aku melihatnya buku ini sudah menggodaku untuk membacanya. “Islam, Fundamentalisme & Ideologi Revolusi” judul buku tersebut dan dibelakang buku tertulis “Dunia yang kapitalistik dan cenderung sekuler, telah banyak memarginalisasikan sebagian besar ummat yang tidak tertampung dalam arus besar (mainstream) dunia. Mereka berusaha melawan arus itu dengan agama sebagai bekal utama“, tentu semakin menarik untuk dibaca.

Buku “Islam, Fundamentalisme & Ideologi Revolusi” adalah kumpulan essy yang ditulis semacam Jalaluddin Rakhmat, Nasir Namara, Muhammad Muntasir, Herdi Sahrasad dan Al Chaidar. Buku yang memperbicangkan tentang fenomena fundamentalisme Islam yang dianut oleh beberapa kalangan umat sebagai tandingan atas ideologi kapitaslistik sekuler yang gagal memperbaiki harkat dan martabat manusia, bahkan menyebabkan krisis berkepanjangan tidak hanya bagi umat Islam tetapi umat manusia. Dari situlah kemudian cikal bakal munculnya revolusi dimana Islam menjadi motor penggeraknya. (Dalam konteks buku ini, revolusi yang dituju adalah revolusi putih di Iran dalam menumbangkan rezim Shah Reza Pahlevi, dimana Islam Shi’ah sebagai ideologi revolusi).

Meski dalam sejarahnya istilah fundamentalisme sama sekali tidak berkaitan dengan Islam (sejarah fundamentalisme berawal pada ajaran agama Kristen), pembahasan fundamentalisme dalam buku ini sedikit banyak kita akan mengetahui akan fenomena gerakan fundamentalis Islam yang akhir-akhir ini gaungnya mulai mengemuka. Meski buku ini diterbitkan pada tahun 2000, tapi masih cukup memberikan gambaran akan pergerakan kalangan fundamentalis Islam saat ini.

Berikut yang patut digaris bawahi dalam buku tersebut :

  1. Fundamentalisme Islam dalam pengertian barat adalah suatu fenomena politik atau gerakan politik Islam, yang dianggap “berbahaya”, memusuhi kapitalisme dan sekulerisme (hal. 2)
  2. Fundamentalisme merupakan gerakan berdasarkan spiritualitas untuk menghadapi apa yang dianggap sebagai ancaman, tekanan dan bahaya sekulerisme terhadap kehidupan umat beragama (hal. 2)
  3. Media massa barat telah sukses dalam membangun citra negatif Islam, sehingga masyarakat Barat menolak nilai Islam seperti toleransi, egalitarianisme dan kecintaan pada ilmu pengetahuan, menolak universalisme Islam (hal. 4)
  4. Fundamentalisme Islam adalah gerakan yang menampilkan Islam sebagai sistem alternatif, sebagai kekuatan pembebas (liberating force), yang membebaskan pemikiran ummat dari berabad-abad tradisi maupun dari dominasi intelektual dan spiritual Barat. Karena merupakan gerakan pembebasan, maka fundamentalisme sangat dekat dengan perjuangan politik (hal. 5)
  5. Menyikapi fenomena kaum fundamentalis Islam, para intelektual dan elite masyarakat seyogyanya tidak hanya berada di menara gading dan tidak melihat fundamentalisme agama dengan spektrum sempit dan myopik, tidak perlu bersikap phobia (hal. 10)
  6. Fundamentalisme Islam juga dipakai untuk mengacu gerakan Wahhabi yang tradisional-formalistis, gerakan Salafiyah Abduh yang modernis-intelektual, gerakan Sanusiah yang tradisional-spiritual, juga gerakan Muhammadiyahh yang intelektual-sosial (hal. 15)
  7. Perjuangan kemerdekaan, tema-tema keislaman sering digunakan para pemimpin politik untuk meobilisasi rakyat melawan kekuatan imperialisme. Tetapi, pada pasca kemerdekaan, pemimpin-pemimpin politik ini secara pelan tapi pasti menyingkirkan Islam dan memasukkan institusi-institusi Barat dapat diterapkan pada masyarakat Muslim (hal. 23)
  8. Universitas menggeser masjid sebagai pusat gerakan Islam. Tokoh-tokoh fundamentalisme adalah orang-orang awam dalam pengetahuan keislaman, tetapi orang-orang yang ahli dalam profesi sains dan teknologi (hal. 28)
  9. Kepercayaan pada Islam, cukup untuk membuat satu gerakan revolusioner (Khomeini, hal. 53)
  10. Masjid merupakan satu tempat yang netral di mana alat-alat negara tidak berani mengganggu. Dengan menggunakan situasi privillesse semacam ini masyarakat dapat berkumpul, belajar politik dan mengorganisasikan diri mereka (hal. 60)
  11. Pada saat ini ummat Islam sedang memasuki suatu kondisi yang belum pernah kita bayangkan: “ketakberdayaan, keterbelakangan dan keteledoran”. Ummat Islam secara sadar atau tidak sadar telah melakukan suatu tindakan yang sebenarnya telah cukup jauh melenceng dari apa yang digariskan oleh Allah melalui Nabi-Nya yang terakhir (hal. 102)
  12. Sejak keruntuhan symbol persatuan kekuasaan politik ummat Islam dunia – Kekhalifahan Ustmani – maka tidak ada lagi satu ikatan politik pun di antara kaum muslimin di dunia ini selain ikatan-ikatan yang sifatnya sektoral dan informal (hal. 102)
  13. Sejarah telah mencatat dengan tinta emasnya bahwa peradaban Islam, yang diretas oleh Rasulullah SAW., telah menjadi benang merah penyambung antara kemajuan peradaban Yunani dan Romawi Kuno dengan kemajuan peradaban Barat modern sekarang ini (hal. 104)
  14. Rakyat – yang mayoritas umat Islam – masih saja percaya dengan sistem negara ini yang telah sekian lama, lebih dari setengah abad, belum pernah memperlakukan mereka secara adil dalam idiologi, politik, sosial budaya dan pertahanan serta keamanan (hal. 115)
  15. Dalam wacana sejarah politik ummat Islam, sebenarnya ide tentang negara Islam (khilafah) adalah ide universal seluruh ummat Islam (hal. 119)

Judul : Islam, Fundamentalisme & Ideologi Revolusi

Penulis : Al Chaidar, Herdi Sahrasad, Muhammad Muntasir

Penerbit : Madani Press

Review by peta

About these ads

4 Responses

  1. wow, saya Islam fundamentalis dong kalau gitu… hehe

    • bisa jadi.. :)

      yang penting gak islam liberal aja.. #NoJIL

  2. rasanya pandangan barat-lah yg mengkotakkan Islam hingga ummat Islam pun terpengaruh.
    Semoga ummat Islam bisa bersatu dan setiap hari jdi LEBIH BAIK dg bertambahnya waktu…

    Salam Sukses, Be Best Together!
    _
    @seHARIADI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: