Potong Kupingmu!

18 April 2014 - 4 Responses

Ketika medengarkan khutbah jumat, mas yang berada di shaf depan saya agak ke pinggir, saya lihat daun telinganya tidak ada! Ada seperti luka bakar di sekitar area pipinya. Entahlah bukan cacat bawaan tapi saya rasa mas tersebut pernah mengalami kecelakaan.

Melihat mas nya, saya merasa bersyukur badan saya tidak kenapa-kenapa, lubang hidung masih ada dua, daun telinga saya pun lengkap. Kecuali dulu waktu kecil, telinga kanan saya pernah di operasi untuk memotong bintil yang ada di luar telinga kanan saya. Adanya bintil secuil itu sudah membuat saya sepertinya menjadi anak paling aneh, bagaimana jika saya tidak punya daun telinga, mungkin saya bakal mirip alien yang tidak punya daun telinga.

Ya saya patut bersyukur tidak pernah mengalami kecelakaan yang membuat badan saya cacat. Jika saya berada pada posisi mas itu, mengalami kecelakaan yang bahkan lebih parah lagi cacatnya, apakah saya akan meminta supaya dimatikan saja?

Misal saya cacat seumur hidup, sisa hidup saya dihabiskan di atas ranjang, apakah saya akan meminta supaya jawa ini dicabut saja daripada hidup menderita? Saya benar-benar memikirkannya.

Saya tidak yakin, tapi sepertinya saya menemukan jawabannya. Apapun yang terjadi pada saya, saya meminta diberi kesempatan untuk hidup walau mungkin itu hanya 10 menit saja. Waktu 10 menit itu akan saya pergunakan sebaik-baiknya untuk memohon ampun kepadaNya, bertobat dihadapNya, beribadah sekhusyuk khusyuknya, apapun caranya 10 menit itu harus menjadi waktu yang membuat saya mendapat ridhoNya!

Ah, kenapa saya harus menunggu cacat dulu baru bertobat. Badan masih sehat seperti sekarang ini malah berleha-leha, bersantai ria, tidak giat ibadahnya, banyak candanya ketimbang dakwah kepada orang, sedikit usahanya untuk mendapat sebidang kavling di tanah surga.

Ampuni hamba Ya Rabb, Engkau Maha Besar, sedangkan saya sekecil-kecilnya hamba. []

Mendekat Kepada-Nya Dengan Motor Balap

17 April 2014 - 4 Responses

Ketika dalam perjalanan pulang, ada motor yang menyalip saya. Bukan sembarang motor, tapi motor yang hampir dimimpikan oleh sebagian besar lelaki yaitu motor Kawasaki Ninja. Ok lebay, tapi siapa yang tidak ingin mengendarai motor racing!


Saya tidak munafik, dalam hati yang terdalam saya juga ingin. Bahkan saya sempat berdoa, semoga kelak saya bisa mengendarainya dan tentu bukan hasil meminjam apalagi nyolong tapi mengendarai motor racing saya sendiri. Aamiin.

Apakah doa saya akan terkabulkan? In sha Allah, saya harus yakin. Dalam titik ini saya menyadari bahwa saya minta motor racing atau yang lebih mahal daripada itu, merupakan hal yang kecil bagi Allah SWT. Kalau Allah mau, apa yang saya minta bisa dikabulkan olehNya karena Dia lah yang Maha Memberi lagi Maha Mengabulkan. Cuman, pertanyaannya apakah saya pantas menerima motor racing?
Read the rest of this entry »

Pukullah Tiang Listrik

16 April 2014 - 4 Responses

Hari ini kesal banget lha ya, bayangin saja progres kerjaan sudah 70% tapi hasilnya 30% karena komputer mati gara-gara listrik padam. Sedangkan data kerjaan yang sempat ter-save ternyata baru 30%. What!

Saking kesalnya tadi ketika perjalanan ke parkiran motor, saya melampiaskan kekesalan saya itu dengan memukul tiang listrik. Memang kuat? Tidak, malah sakit. Sampai detik ini pun ketika menulis tulisan ini tangan saya merasa nyeri.
Read the rest of this entry »

Komunitas #NulisAja

14 April 2014 - 15 Responses

Sepertinya mulai menjamur komunitas-komunitas baru dalam masyarakat. Misalkan saja komunitas lari, backpaker, sepeda ontel, sepeda motor racing, blogger, kaskuser, dan masih banyak lagi lainnya. Komunitas yang lebih ‘serius’ misal seperti Indonesia Mengajar yaitu sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia, penggagasnya Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina). Atau ada pula Indonesia Menyala sebuah gerakan buku dan perpustakaan yang diiniasikan oleh gerakan Indonesia Mengajar.

Saya jadi kepikiran juga untuk membuat sebuah komunitas. Anda tahu, komunitas yang ada benak saya adalah komunitas kepenulisan. Memangnya saya penulis? Lha bukannya kita semua adalah ‘penulis’, kita juga seorang pemasak atau pembicara. Bedanya saya dengan penulis yang sebenarnya adalah kalau saya menulis sekedar membuang hajat yang ada di kepala saya, sedangkan seorang penulis menjadikan menulis untuk mencari nafkah, makanya disebut penulis.

Seringkali saya membaca tulisan di sebuah blog, menurut saya tulisan tersebut sangat brilian, dan seharusnya tulisan seperti itu perlu dibaca oleh orang banyak karena memuat nilai-nilai positif di dalamnya. Sayang saya lihat tidak banyak komentar atau apresiasi yang masuk untuk tulisan tersebut, saya lihat yang meng-share tulisan tersebut juga tidak ada. Dengan adanya komunitas kepenulisan ini, saya kira bisa saling bantu sharing, koreksi atau saran untuk meningkatkan kualitas tulisan para anggotanya.
Read the rest of this entry »

Jangan (anti) Golput

8 April 2014 - 4 Responses

Detik-detik menjelang pemilu legislatif pada tanggal 9 April besok dan Presiden pada 9 Juli nanti. Sedangkan semenjak tanggal 6 April, telah memasuki hari tenang artinya para partai politik (parpol) peserta pemilu tidak diperkenankan untuk melakukan tindak kampanye dalam bentuk apapun mulai dari menyebar brosur, menempel poster, mengibarkan bendera, memasang spanduk, atau tampil di TV baik sebagai pemain sinetron dadakan maupun menebar janji manis di tayangan iklan.

Akhirnya kita bisa sedikit bernafas lega, setelah sebulan terakhir ini disesakkan oleh persaingan sengit antar partai dan para caleg. Misalkan saja, semrawutnya poster caleg yang mudah kita temui di perempatan jalan, di kuburan, pohon yang rindang, atau tiang listrik, hampir tidak ada yang tidak tertempel poster caleg, dan jaraknya pun sangat rapat, entah dalam radius 10 langkah kaki sudah berapa poster caleg yang bisa anda dapat. Meski memasuki hari tenang, harap maklum jika anda masih berpapasan dengan atribut kampanye, kalau tidak bandel bukan caleg namanya.
Read the rest of this entry »