Review Buku D!

19 May 2012


Judul : D!

Penulis : Akin

Penerbit : Anomali

 

    Membaca buku karya Akin adalah membaca sebuah kekonyolan. Tidak percaya coba simak cerita berikut ini,

“Di sebuah kerajaan, seorang puteri tengah tertidur panjang setelah terkena kutukan nenek sihir. Akhirnya raja mengumumkan sebuah sayembara. Siapa saja yang berhasil membangun puterinya, jika laki-laki akan dijadikan menantu, jika perempuan akan dijadikan anggota keluarga istana.

Kabar sayembara itu terdengar oleh pangeran di kerjaan tetangga. Denga kuda terbangnya, berangkatlah pangeran itu untuk memenangkan sayembara tersebut. Sayang sekali, di tengah perjalanan, pengeran tampan itu bertemu dengan nenek sihir. Mereka saling bertatapan, saling jatuh cinta, menikah dan hidup selamanya..” ( buku AlQandas AlKamil)

    Arghh!! Gak nyambung.. Ya itulah sensasi jika kamu membaca buku Akin. Kesel, jengkel, konyol tapi anehnya si Akin ini sukses membuat kita tertawa geli..

    Kemudian kamu bakalan mikir, Akin ini mahluk apa ya atau jangan-jangan dia itu gila se-gila buku yang ia tulis? Pertanyaan mu tidak salah kawan tapi sekonyol konyolnya Akin dia itu adalah seorang dokter muda. Akin atau nama panjangnya Fauzan Muttaqien merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UNLAM. Katanya sih dia milih melanjutkan di Kedokteran karena hari lahirnya bertepatan pas tayang filem Unyil… (trus apa hubungannya, ya gak tahu tanya aja sendiri ke penulisnya)

    Buku D! karya Akin ini merupakan buku ke-3 nya yang diterbitkan oleh Anomali, setelah buku Trias Motivatica seri 1 AlQandas AlKamil, Trias Motivatica seri 2 Winneto La Mimfito. Awalnya saya ngira buku D! ini kelanjutan trias motivatica sebelumnya (namanya aja “trias” berarti tiga serangkaian atau trilogi toh) tapi buku D! ini agak berbeda. Jika buku-buku sebelumnya penuh dengan kekonyolan dan kegilaan, berbeda dengan buku ini. Menurut saya buku ini rada “calm” mungkin karena tema yang diangkat adalah tentang Dakwah maka buku ini terkesan “so serious”.

    Buku D! ini memang bertemakan dakwah. Meski buku yang bertema dakwah sudah banyak berserakan di toko-toko buku, tapi buku-buku karya Akin mampu membuat kita berdecak kagum bahwa si penulis memang unik dan kreatif dalam menyampaikan ide-idenya. Dan kamu tidak bisa membohongi diri bahwa kamu akan termotivasi olehnya!

Kata-kata bijak dalam buku ini:

  1. Meski mereka tidak berada di mimbar, tidak pakai sorban, dan janggutnya nggak tumbuh-tumbuh, tetap saja mereka da’i… dan mereka lakukan ya dakwah (hal. 9)
  2. Dakwah adalah darahnya umat. Maka darah yang bernama dakwah ini wajib senantiasa dialirkan agar tubuh ummat ini tetap hidup (hal. 26)
  3. Dakwah lah! Karena berdasarkan Quran surah Ali Imran 104, dengan dakwah kamu bisa beruntung, bukan yang lain…! (hal. 34)
  4. Dakwah! Inilah perdagangan yang teramat menggiurkan. (hal. 42)
  5. Dakwah adalah ungkapan kasih sayang yang hakiki (hal. 52)
  6. Musibah terbesar bukanlah musibah yang dihadapi saat berdakwah tapi musibah yang paling besar adalah saat kita mundur dari dakwah… (hal. 68)
  7. Ada satu kata yang begitu mudah diucapkan namun menjadi begitu berat ketika dilaksanakan. Kata itu adalah: Istiqamah. (hal. 104)

 

Review by peta


    Benny si anak Band, tidak banyak yang menyadari kalau Benny dikit-sedikit mulai berubah, memang dilihat dari luar tidak banyak yang berubah darinya, masih suka pake kaos bergambar bintang Rock semacam Slash ex-Gun n Roses dan kaos Jeans ketat serta rambut yang acak-acakan. Tetapi belakangan ini Benny sudah mulai mengaji dan dari mengaji tersebut dia mulai menyadari akan eksistensi dirinya sebagai manusia. Dia menyadari sebagai manusia, dia hidup di dunia sebagai ‘abdullah dan khalifatullah dengan misi menyembah sang Khalik dan memakmurkan bumi dengan menjalankan syariah-Nya secara kaffah.

    Dia merasa tidak ada problem selama mengaji (halaqah) tetapi yang mengganggunya adalah akhir-akhir ini dia dekat dengan seorang cewek. Menurut kacamata Benny cewek itu cantik sangat cantik, kalah dikit lah ama cewek yang di iklan Axe Provoke. Karena itu dia mencoba minta pendapat sahabatnya Udin, yang dia anggap pengetahuan agamanya rada tinggi dikit.

    ”Bro gue boleh nanya gak?” tanya Benny

    ”Lu mau nanya apa, kalau Lu mau nanya kenapa bank konvensional itu sampai sekarang masih ada padahal bunga bank (riba) itu haram? Lu tanya aja sendiri ke Costumer Service bank!” kata Udin sewot.

    ”Sabar bro sabar.. Itu memang urusan penting tapi gue juga ada urusan penting ne! Begini bro gue mau nanya, boleh gak ya gue pacaran?”

    Mendengar pertanyaan Benny, si Udin malah tertawa, “ckckck emang ada makhluk yang suka ama lu Ben?” tawa Udin belum habis-habis. Udin gak habis pikir makhluk apa kiranya yang jatuh hati ama pemuda awuran kayak di Benny.

    ”Yah malah diledekin, ini pertanyaan serius bro”

    ”Ok ok sori. Menurut gue sih pacaran itu gak apa-apa!” jawab Udin mantap.

    ”Ah yang benar Lu bro, bukannya dalam Islam itu cowok cewek yang bukan mahramnya dilarang berkhalwat (berduaan)?” tanya Benny balik dengan mimik penasaran. Supaya meyakinkan Benny sampai membacakan hadist Rasulullah SAW.*

    ”Ya hadist itu memang benar adanya. Tapi seperti yang gue bilang pacaran itu gak apa-apa! Asal Lu pacarannya jangan di taman, di pantai, di mall, di bumi atau bahkan di planet Mars pokoknya Lu boleh pacaran asal jangan di tempat yang ciptaan Allah”

    ”Lah tempatnya itu dimana??”

    ”Gak tahu gue, kan Lo yang butuh. Gitu aja kog repot!” []peta

NB:

* “Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaknya tidak berkhalwat (berdua-duaan) dengan perempuan bukan mahram karena pihak ketiga adalah setan.” [HR Ahmad]

Bumbu Rumah Tangga

15 May 2012


    Usia pernikahan Udin tidak sampai 1 tahun, pengantin baru memang dan Udin paham betul bagaimana menjaga keromantisan rumah tangganya yaitu dengan “menggoda” istrinya.

 

    ”Mi, misal nie ya. Ada Akhwat yang minta abi untuk melamar dia, sekali lagi ini cuman contoh aja Mi sapa tahu benar-benar terjadi. Bagaimana menurut Umi?” tanya Udin kepada Istrinya.

    Sang istri yang mendengar pertanyaan tersebut hanya diam dan menjawabnya dengan senyuman.

    ”Bagaimana Mi, kog senyum-senyum saja. Umi nerima kan kalo abi poligami?” tanya Udin sekali lagi.

    ”Kalau Abi mau poligami, umi siap kog Bi!” jawab istri Udin.

    ”wah yang bener Mi!”

    ”Ya umi siap.. siap angkat koper dari rumah!”

    ”Yah kog gitu sih Mi. Tapi abi juga siap kog!”

    ”O gitu ya, abi siap kalau umi ninggalin rumah..!”

    ”Bukan Mi, abi siap ikut umi. Kalau Umi jadi surat, Abi siap jadi perangkonya..!” jawab Udin yang kemudian dapat cubitan manis dari istrinya.

 

    Ya begitulah sekilas kehidupan rumah tangga Udin, bagi Udin komunikasi itu sangat penting. Dengan sering komunikasi, kualitas hidup dan hubungan mereka dapat ditingkatkan. Sebelum menikah, Udin memang tidak tahu banyak tentang istrinya sehingga Udin tidak tahu cocok apa tidak nantinya. Tetapi kecocokan itu hanya apabila kita dapat menerima apa adanya pasangan kita.* []peta

 

NB:

* seperti yang dikisahkan oleh seorang kawan.